Update Covid-19 di Kalbar ,Hari Ini Sembuh 13 Orang
![]() |
| Ilustrasi Covi-19.[Suara.com] |
Pontianak (Suara Kalbar) – Kasus Virus Covid-19 di Indonesia masih mewabah dan masih terdapat kasus-kasus konfirmasi. Tak terkecuali Provinsi Kalimantan Barat, Kalbar juga terkena dampak virus Covid-19 ini.
Mengenai kasus konfirmasi terbaru di Covid-19 di Kalimantan Barat, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat Harisson menyatakan terdapat pasien konfirmasi Covid-19 yang dinyatakan sembuh sebanyak 13 orang.
“Pontianak 7 orang, Kabupaten Kubu Raya 4 orang, Kabupaten Bengkayang 1 orang, dan luar wilayah 1 orang dari Provinsi Bengkulu,” ujar Harisson , Jum’at (19/6/2020) .
Harisson katakan, berdasarkan pemeriksaan BBTKLPP dan Lab RS Untan , hari ini juga terdapat 14 orang kasus baru konfirmasi Virus Covid-19.
“Hari ini 13 orang dari Kabupaten Sintang,dan dari kota Pontianak terdapat 1 orang kasus konfirmasi Covid-19,” kata Harisson.
Sementara itu,salah satu pasien kasus konfirmasi Covid-19, terdapat seorang Ibu yang sedang mengandung anak berusia 5 bulan.
“Ibu NH (40) , dirujuk oleh Dinas Kesehatan Sanggau tanggal 14 Juni 2020 ke Upelkes di Pontianak karena hasil test rapid reaktif. Ibu ini masuk dari PLBN Entikong,” tutur Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat.
Ia menuturkan bahwa ibu NH sudah melakukan isolasi dan penanganan lebih lanjut terhadap Pekerja Imigran asal Indonesia yang kebetulan sedang hamil 5 bulan.
“Swabs ibu ini sudah kami ambil dan sedang kita tunggu hasil PCR nya,” jelasnya.
Pekerja Imigran asal Indonesia ini beralamat di Kabupaten Lombok Tengah Provinsi NTB sempat kehilangan kopernya dan setelah ditelusuri ternyata koper milik ibu NH tertinggal di KKP PLBN Entikong. Pihak dari dinas kesehatan sudah meminta agar koper tersebut dapat segera dikirim ke Upelkes di kota Pontianak. Sedangkan suami ibu NH menurut keterangannya masih berada di Malaysia.
Berkaitan dengan hal ini,turut juga diisolasi di Upelkes,seorang pekerja Imigran Indonesia M (45) beralamat di Surabaya,Jawa Timur yang juga dirujuk bersamaan oleh Dinas Kesehatan kabupaten Sanggau.
Penulis : Yapi Ramadhan
Editor : Diko Eno






