Wagub Kalbar Krisantus Tanggapi Isu Dugaan Pencurian Bauksit di Konsesi PT Antam
Pontianak (Suara Kalbar) – Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan memberi tanggapan soal beredarnya kabar mengenai dugaan pencurian bauksit di Konsesi PT Antam, Desa Enggadai, Kecamatan Melia, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.
Krisantus menyebut bahwa ia enggan berkomentar lebih jauh sebelum adanya bukti kongkrit dari masalah tersebut.
“Itu masih praduga, saya belum melihat buktinya, apakah benar dicuri atau gimana karena kita belum tahu batas perusahaan yang dituduh mencuri dengan PT Antam, batasnya di mana harus jelas dulu,” ujarnya saat ditemui di Aula Garuda, Kantor Gubernur Kalbar pada Selasa (12/08/2025).
Ia menambahkan bahwa bukti yang akurat penting dalam menyelesaikan sebuah permasalahan.
“Harus jelas dulu, jadi saya tidak mau komentar kalau belum punya bukti yang akurat,” tambahnya.
Krisantus berujar bahwa jika memang pencurian bauksit tersebut terbukti maka hal tersebut harus di sanksi tegas sesuai hukum yang berlaku.
“Ya tentu tidak diperbolehkan, jadi antar perusahaan atau pelaku usaha misalnya menggarap lahan yang bukan izin yang bersangkutan ini tidak diperbolehkan, apalagi ini BUMN ya kemudian merugikan negara, kita tunggu saja,” jelasnya.
Sebelumnya, kasus pencurian bauksit ini diduga terungkap karena adanya keluhan dari warga terkait dampak sosial dan dugaan diskriminasi akibat aktivitas tambang ilegal di wilayah mereka. Dalam hal ini negara disebut mengalami kerugian mencapai Rp 144 triliun.
Penulis: Meriyanti
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






