SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda News Headline Mahasiswa IAIN Pontianak Meninggal Dunia, Keluarga Merasa Ada Kejanggalan Luka Bagian Kepala

Mahasiswa IAIN Pontianak Meninggal Dunia, Keluarga Merasa Ada Kejanggalan Luka Bagian Kepala

Rio Fanderi (24) Mahasiswa IAIN yang mengalami kejadian Tragis (Suarakalbar.co.id/Doc.Instagram-rio_fanderi19)

Pontianak (Suara Kalbar) – Duka mendalam dirasakan oleh keluarga besar seorang mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak bernama Rio Fanderi (24).

Ibu Korban, Sri Azizah menjelaskan dirinya mendapatkan kabar bahwa anaknya dalam kondisi kritis dan sedang dalam perawatan intensif di Rumah Sakit Untan pada minggu 13 Juli 2025.

“Saya dikabari sekitar jam lima sore. Katanya Rio sakit karena kepalanya terjedut tiang di lingkungan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) kampus pada tanggal 12 Juli malam harinya,” ujar Sri Azizah saat dikonfirmasi pada Senin (21/07/2025).

Rio merupakan salah satu warga Sungai Nipah, Kecamatan Jongkat Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat itu diduga mengalami luka serius dibagian kepala.

Sri yang merupakan ibu korban kemudian menjelaskan bahwa, dari hasil pemeriksaan medis menunjukkan adanya retak pada tulang tengkorak bagian belakang dekat telinga.

“Saya dikabari sekitar jam lima sore. Katanya Rio sakit karena kepalanya terjedut tiang di Sekre Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) kampus pada tanggal 12 Juli malam harinya,” ucap Sri.

Namun ia menjelaskan, dirinya merasa janggal dengan penjelaskan yang ia terima ketika sampai dirumah sakit, ia menemukan luka yang tidak wajar.

“Kalau hanya terjedut tiang, kenapa bisa sampai retak tengkoraknya di belakang telinga? Jadi ada yang serasa janggal,” terangnya.

Kemudian ia mengatakan bahwa, kejadian yang menimpa anaknya tersebut terasa janggal dan pada akhirnya pihak keluarga memutuskan untuk malaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian.

“Kami masih menunggu hasil otopsi, karena Rio pada pasca meninggal tanggal 17 Juli langsung dilakukan otopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Pontianak, dan sorenya langsung dimakamkan,” jelasnya

Keluarga besar Rio berharap agar kejadian ini bisa diungkap dengan terang benderang dan meminta siapa pun yang bertanggung jawab atas insiden ini untuk diproses secara hukum.

“Saya hanya ingin keadilan. Anak saya baru saja selesai sidang skripsi, masa depan dia masih panjang,” pungkasnya.

Penulis: Iqbal Meizar

Komentar
Bagikan:

Iklan