9 Saham Ditampung Investor Asing
Jakarta (Suara Kalbar) – Ada 9 saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang diakumulasi oleh investor asing dengan nilai signifikan sepanjang Juni 2025 atau periode 2-26 Juni 2025. Sembilan saham tersebut di antaranya ANTM, TLKM, BBNI, AADI, hingga BREN.
Saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam menjadi saham yang paling diburu asing dalam sebulan. Nilai transaksi beli bersih (net buy) asing pada saham ANTM di pasar reguler BEI mencapai Rp 1,2 triliun – berdasarkan data Stockbit Sekuritas yang diakses pada Minggu (29/6/2025).
Selanjutnya, saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dengan net buy asing sebesar Rp 548,6 miliar dan PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) senilai Rp 252,9 miliar.
Kemudian, saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), dan PT Indosat Tbk (ISAT). Net buy asing pada saham BBNI sebesar Rp 150,6 miliar, BREN Rp 131 miliar, dan ISAT Rp 130,5 miliar.
Tak ketinggalan, saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT). Net buy asing pada saham AADI senilai Rp 125 miliar, BRPT Rp 113,8 miliar, dan AMRT Rp 104,4 miliar.
Secara umum, dalam sebulan terakhir, investor asing mencatatkan transaksi jual bersih (net sell) Rp 10,1 triliun di pasar reguler. Secara year to date (ytd), net sell asing di pasar reguler mencapai Rp 39,4 triliun.
Adapun net sell asing di seluruh pasar selama year to date menembus Rp 53,2 triliun – berdasarkan data BEI. Dalam sepekan terakhir, asing mencatatkan transaksi net sell Rp 112,6 miliar atau berkurang drastis dibandingkan pekan sebelumnya yang mencapai Rp 4,5 triliun.
Sementara itu, indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis (26/6/2025) ditutup menguat 65,25 poin (0,96%) ke level 6.897,4. Dalam sebulan, IHSG terpangkas 4% dan year to date tergerus 2,5%.
Rekomendasi dan Target Harga Saham
Saham Antam (ANTM) menjadi saham paling favorit bagi investor asing sepanjang Juni 2025. Lantas, bagaimana potensi saham ANTM?
Mirae Asset Sekuritas Indonesia mempertahankan pandangan netral terhadap sektor pertambangan logam (emas & nikel cs), dengan pilihan utama jatuh pada penambang yang terekspos emas, yaitu PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS).
Mirae memilih ANTM, MDKA, dan BRMS karena leverage terhadap emas. Sementara itu, di nikel, sebagian besar sentimen negatif sudah tercermin, sehingga menciptakan peluang masuk taktis. Sedangkan sentimen positif datang dari potensi siklus harga komoditas yang lebih panjang dan percepatan kemajuan hilirisasi.
Mirae memberikan peringkat hold untuk saham ANTM. Target harga saham ANTM sebesar Rp 3.300.
Untuk saham MDKA, pandangan positif datang dari Phintraco Sekuritas. Broker efek itu memperkirakan harga wajar (fair value) MDKA sebesar Rp 2.510 per saham. Harga tersebut mencerminkan EV/EBITDA dan PBV 10 kali dan 2,66 kali.
“Prospek positif ini didorong oleh upaya optimalisasi operasional fasilitas acid iron metal (AIM) dan high pressure acid leach (HPAL), serta kontribusi dari proyek-proyek masa depan, seperti proyek emas Pani dan proyek tembaga Tujuh Bukit,” sebut Phintraco.
Adapun untuk saham BRMS, muncul rekomendasi buy dari Sucor Sekuritas. Target harga terbaru saham BRMS mencapai Rp 750.
Sucor Sekuritas menilai, BRMS akan diuntungkan oleh reli harga emas dunia. Tahun depan, harga emas diprediksi mencapai US$ 4.000 per oz dan diprediksi tumbuh 5% per tahun setelahnya. Dalam skenario bullish, harga emas bisa menembus US$ 5.000 per oz, sehingga BRMS bisa mencetak CAGR laba bersih 100%.
Sumber: Investor.id
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






