SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Lifestyle Manangkata x Mega Maraditya Suguhkan Eksperimen Seni Bertema ‘AEK’ di Habe Fest

Manangkata x Mega Maraditya Suguhkan Eksperimen Seni Bertema ‘AEK’ di Habe Fest

Salah satu cuplikan penampilan Manangkata di Habe Fest 2025. [SUARAKALBAR.CO.ID/Maria]

Pontianak (Suara Kalbar) – Pertunjukan lintas disiplin bertajuk “AEK” oleh kolaborator Manangkata x Mega Maraditya berhasil memukau penonton dalam rangkaian Habe Fest yang digelar oleh Balaan Tumaan pada Sabtu (31/05/2025).

Menggabungkan musik eksperimental, teater, visual, dan tari, pertunjukan ini menjadi medium ekspresi sekaligus refleksi atas kondisi kemanusiaan dan identitas budaya.

Juan, salah satu penampil sekaligus inisiator proyek Manangkata, menjelaskan bahwa karya ini merupakan hasil dari eksplorasi berlapis yang mereka sebut dalam tiga tahap: Volume 1, 2, dan 3.

“Mengenalkan instrumen yang saya buat, karena saya punya proyek personal buat instrumen. Terus saya pengen diresponi sama kawan-kawan yang lain, akhirnya terbentuklah Manangkata. Nah awalnya, kami mempunyai 3 tahap sampai sekarang. Tahap pertama itu kami menyebutnya volume 1. Terus ada nanti volume 2 dan volume 3,” ujar Juan.

Dalam Volume 1, Juan menggandeng Davi Yunan, aktor sekaligus sutradara panggung. Eksperimen berlanjut pada Volume 2 dengan keterlibatan sejumlah visual artist yang juga memvisualisasikan Manangkata lewat karya seninya. Di Volume 3, kolaborasi dilakukan bersama Mega Maraditya, seorang penari yang menghadirkan dimensi gerak ke dalam karya mereka.

Juan menyebutkan ide besar Manangkata bertujuan untuk kembali memperkenalkan budaya manusia saat ini. Terkhususnya soal ‘Aek’ dalam bahasa Indonesia yaitu Air, yang tak terlepas dari manusia.

“Ide besar Manangkata itu adalah memperkenalkan apa budaya manusia sekarang. Ya, karena walaupun diangkatnya itu air, tubuh manusia itu mengandung air. Darah kita cairan mengalir,” terangnya.

Sementara itu, Davi Yunan menyampaikan bahwa proses kreatif mereka telah berlangsung selama enam tahun.

“Kebetulan disiplin saya itu di teater, sebagai seorang aktor dan sutradara panggung, yang kebetulan beberapa tahun yang lalu diajak Bang Juan untuk membuat sebuah proyek. Bagaimana kita menggabungkan musik eksperimental lalu kemudian dengan ada unsur-unsur teatrikal di dalamnya. Akhirnya terjadilah sebuah peristiwa, proses kreatif saya yang berjalan sama Bang Juan. Dan Alhamdulillah sampai sekarang ini sudah masuk tahun ke-6,” jelas Davi.

Menurut Davi, karena sifatnya eksperimental, bentuk pertunjukan mereka terus berkembang dan mengalami metamorfosis.

“Ketika mendapatkan satu bentuk, kita keluar lagi dari bentuk itu untuk mencari bentuk-bentuk yang lainnya. Sampailah kami menanggapnya hadir pada hari ini di acara Habe Fest,” tambahnya.

Salah satu penonton, Reni merespon positif penampilan Manangkata yang dinilai unik dan jarang ditampilkan di kota Pontianak.

“Unik, baru kali ini (saya) nonton di Pontianak. Pokoknya keren banget sih,” puji Reni.

Penulis: Maria

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan