Warung Kopi Legendaris Bengkayang, 22 Tahun Menyajikan Rasa dan Cerita
Bengkayang (Suara Kalbar) – Di sudut Jalan Uray Dahlan M Suka Nomor 86, Kelurahan Bumi Emas, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat berdiri sebuah warung kopi sederhana yang telah menjadi saksi perjalanan waktu selama 22 tahun. Namanya Warung Kopi Anugerah. Bagi warga Bengkayang, nama ini bukan sekadar tempat minum kopi, tetapi tempat penuh cerita dan kehangatan, yang diracik langsung oleh tangan seorang ibu tangguh bernama Kim Nyun, akrab disapa Anyun.
Pria berusia 72 tahun itu memulai kisah Warkop Anugerah dari luka dan harapan. Ia dan keluarganya pindah dari Jakarta ke Bengkayang setelah kerusuhan Mei 1998. Desember 2000 menjadi titik balik hidup mereka.
Anyun mengungkapkan bahwa idenya membuat Warung Kopi (Warkop) muncul setelah hijrah dari Jakarta pasca-kerusuhan Mei 1998. Ia dan keluarganya pindah ke Bengkayang pada Desember 2000. Nama Anugerah sendiri diambil dari anugerah dan berkat dari Tuhan, karena sebelumnya mereka tidak memiliki anak, dan setelah pindah ke Bengkayang, anak mereka yang satu-satunya perempuan lahir.
Warkop Anugerah menyuguhkan kopi dengan bubuk kopi yang digiling sendiri. Biji kopi yang digunakan berasal dari Provinsi Jambi, sedangkan proses pembuatan penggorengannya dilakukan oleh Perusahaan Kopi Sumber Cahaya Cap Jangkar di Kota Singkawang.
Kopi Bubuk Cap Jangkar dibuat dari biji kopi pilihan dan diolah oleh tenaga yang berpengalaman, menghasilkan kopi yang bagus dan rasanya nikmat.
Setiap hari, Warkop Anugerah menghabiskan sekitar 1-2 kilogram bubuk kopi, dengan kapasitas 1 kilogram bisa untuk 60 gelas. Penjualan bubuk kopi juga dilakukan dengan kemasan 1 ons, 0,5 kg, hingga 1 kg. Harga 1 ons bubuk kopi adalah Rp 10.000, sedangkan 1 kg harganya Rp 90.000.
Selain menyediakan kopi, Warkop Anugerah juga menawarkan kue siap saji seperti roti bakar dengan berbagai rasa, serta kue kering pesanan. Dengan kualitas kopi yang nikmat dan pelayanan yang hangat, Warkop Anugerah menjadi tempat favorit warga Bengkayang untuk bersantai dan menikmati secangkir kopi.
Penulis: Kurnadi
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






