Melihat Proses Pembuatan Lemang, Kuliner Khas Ramadhan yang Diburu di Pontianak
Pontianak (Suara Kalbar)– Lemang menjadi salah satu makanan tradisional yang paling diminati selama bulan Ramadhan di Pontianak. Kudapan enak berasal dari Minangkabau, Sumatra Barat ini terbuat dari beras ketan dan santan dengan bumbu khas, lemang menawarkan cita rasa gurih yang cocok sebagai hidangan berbuka puasa.
Keunikan lemang terletak pada proses pembuatannya yang masih menggunakan metode tradisional. Beras ketan yang telah dicuci bersih dicampur dengan santan dan bumbu khusus, lalu dimasukkan ke dalam bambu yang sebelumnya sudah dilapisi dengan pucuk daun pisang muda.
Iwan, seorang pengusaha lemang di Pontianak, mengungkapkan bahwa proses pembuatan lemang membutuhkan waktu yang cukup lama.
“Ini proses pembuatannya lumayan panjang,” ujarnya saat ditemui pada Senin (3/3/2025).
Awalnya bambu yang sudah dipersiapkan di jejerkan, setelah itu dilapisi pucuk daun pisang yang masih muda.
Selanjutnya masukan beras ketan yang sudah dicuci bersih serta santan dan bumbu khas yang Iwan racik sendiri.
Setelah semuanya siap, bambu-bambu tersebut kemudian di jejerkan dan dipanggang dengan api tungku selama kurang lebih 3 jam.
Beralamatkan di jalan H Rais A Rachman, Gang Selamat, Kecamatan Pontianak Barat, Kota Pontianak, Iwan mengaku ia sudah berjualan sekitar 35 tahun yang lalu sejak ia SMP.
“Seingat saya dulu libur sekolah jaman Pak Harto, saya mulai jualan lemang,” ujar Iwan.
Untuk membuat lemang perhari, Iwan memerlukan sekitar 150 hingga 175 Kilogram beras ketan untuk memproduksi lemang. Produksi lemang ini dikerjakan sekitar 12 orang.
Untuk harganya, satu lemang ukuran paling kecil Rp 35.000 dan ukuran paling besar Rp 45.000, yang dijual ke pengecer, kemudian dijual lagi kepada masyarakat.
Usaha yang sudah cukup lama menjadikan lemang miliknya memiliki cita rasa yang tinggi. Saat bulan Ramadhan seperti saat ini produksi lemang meningkat, bisa mencapai 200 lemang. Pengunjung yang membeli pun bukan hanya dari kalangan muslim, tapi juga kalangan non muslim yang menyukai kuliner khas Pontianak ini.
Kuliner ini cocok untuk pilihan menu berbuka puasa, selain rasanya yang khas, momen Ramadhan menjadikan makanan tradsional ini akrab di lidah masyarakat.
Penulis: Meriyanti
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






