SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Nasional Natal-Tahun Baru 2025, Pasokan Listrik Dipastikan Aman

Natal-Tahun Baru 2025, Pasokan Listrik Dipastikan Aman

Ilustrasi: Fasilitas ketenagalistrikan PT PLN (Persero). SUARAKALBAR.CO.ID/HO-PT PLN (Persero).

Suara Kalbar– Selama masa libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025. Pemerintah memastikan pasokan listrik dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.

Kementerian ESDM telah membentuk Posko Nasional Sektor Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk menjaga kelancaran pasokan energi selama libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025. Selain memantau kestabilan pasok BBM, gas dan listrik, posko juga mengawasi kebencanaan geologi.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Jisman Hutajulu mengatakan konsumsi listrik masyarakat saat Natal dan tahun baru cenderung turun hingga mencapai rata-rata 13 persen dari kondisi normal. Meskipun kalau dibandingkan dengan periode 2023, ada kenaikan 8 persen.

Ia menuturkan, telah laporan dari PT PLN (Persero) terkait ketersediaan listrik selama Natal-tahun baru saat mengunjungi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur, Sabtu (14/12/2024).

“secara reserve margin atau cadangan kita masih cukup untuk Natal dan tahun baru ini,” kata Jisman dikutip dari ANTARA, Minggu (15/12/2024).

Secara umum kondisi kelistrikan sistem Kalimantan hingga 12 Desember 2024 memiliki beban puncak (BP) sebesar 2.359 MW dengan cadangan 309 MW, daya mampu netto sebesar 2.941 MW, dan kapasitas trafo daya 6.741 MVA.

Sistem Kalimantan dengan gardu induk sebanyak 96 substation dan jaringan transmisi sepanjang 8.476 kms atau 12.072 towers, terbagi menjadi dua bagian yaitu sistem Khatulistiwa dan interkoneksi.

Prognosa beban puncak pada malam Natal (25/12/2024) di sistem Khatulistiwa sebesar 479 MW atau mengalami kenaikan 13 persen dibandingkan periode sama 2023 dan turun 15,68 persen terhadap hari kerja.

Sementara, prognosa beban puncak pada malam Tahun Baru (31/12/2024) sebesar 516 MW atau mengalami kenaikan 24 persen dibandingkan dengan tahun lalu dan turun 2,79 persen terhadap hari kerja.

Pada sistem interkoneksi, prognosa beban puncak pada malam Natal (25/12/2024) sebesar 1.639 MW mengalami kenaikan 13 persen dibandingkan dengan tahun lalu 2023 dan turun 9,93 persen terhadap hari kerja.

Sementara, prognosa beban puncak malam Tahun Baru (31/12/2024) sebesar 1.701 MW atau mengalami kenaikan 15 persen dibandingkan dengan periode sama 2023 dan turun 0,41 persen terhadap hari kerja.

Sumber: ANTARA

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan