SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Pontianak KUWAS Pontianak Edukasi Masyarakat tentang Peninggalan Bersejarah Kota

KUWAS Pontianak Edukasi Masyarakat tentang Peninggalan Bersejarah Kota

40 peserta mengikuti diskusi sejarah berdama KUWAS di SD Suster Pontianak. ANTARA
Pontianak (Suara Kalbar)- Komunitas Wisata Sejarah (KUWAS) menggelar kegiatan edukasi tentang sejarah Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), yang diikuti oleh 40 peserta dari berbagai kalangan seperti mahasiswa, akademisi, dan masyarakat umum.Dosen Pendidikan Sejarah Universitas Tanjungpura (Untan), Rikaz Prabowo, menjelaskan bahwa kegiatan wisata sejarah kali ini bertema pendidikan dan dilaksanakan di SD Suster yang berada di Jalan RA Kartini, Pontianak.

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengenalkan kepada masyarakat mengenai peninggalan sejarah yang belum atau sudah ditetapkan sebagai cagar budaya. Salah satu objek yang dibahas adalah bangunan SD Suster, yang merupakan bagian dari kompleks SMP Suster dan merupakan bangunan Volkschool pertama di Pontianak dan Kalbar.

“Wisata sejarah kali ini mengusung tema pendidikan, sehingga diskusi heritage kali ini dilaksanakan di SD Suster yang berada di Jalan RA Kartini,” katanya melansir dari ANTARA, Selasa(21/5/2024).

Rikaz menyampaikan diskusi sejarah digelar guna mengenalkan kepada masyarakat terkait peninggalan sejarah yang telah maupun belum ditetapkan sebagai cagar budaya. Satu diantaranya ialah bangunan SD Suster yang juga satu komplek dengan SMP Suster yang merupakan bangunan Volkschool atau sekolah tingkat I pertama di Pontianak, bahkan Kalbar.
“Bangunan ini berumur hampir satu abad dan inilah Volkschool atau Vervolgschool atau sekolah tingkat dasar yang didirikan karya misi di Pontianak seperti HIS, ELS, HCS. Lokasi bangunan ini merupakan bangunan sekolah pertama di Pontianak yang kemudian pengelolaannya diambil alih oleh SFIC,” ujarnya.
Dosen Arsitektur Polnep Pontianak Wahyudin Ciptadi juga menjelaskan tentang gaya bangunan SD Suster yang bergaya seperti pelana, sedangkan di Kalbar terdapat tiga gaya atap yakni pelana, limasan, dan perisai.
Sembari menerima penjelasan terkait bangunan bersejarah tersebut, para peserta pun menjelajahi seluruh bangunan SD Suster baik ruang kelas, kolam penyimpanan air, dan laboratorium. Peserta diberikan bekal mengenai tahap pendokumentasian arsitektur bangunan cagar budaya SD Suster Pontianak.
Peserta juga menjelajah bangunan Biara Immaculata atau tempat tinggal suster dan terakhir ke Kerkoff atau pekuburan Belanda yang merupakan makam misionaris antara lain Z H EXC Mgr Pasificus Johannes Boss.
Sementara itu Koordinator KUWAS Reyhan mengatakan dalam kunjungan kali ini terdapat beberapa peserta yang baru pertama kali menjelajahi bangunan bersejarah. Ia menilai wisata sejarah ini tak hanya sekadar memperkenalkan cagar budaya, namun juga mengajarkan nilai budaya, moral, dan toleransi kepada peserta.
Rehyan berharap diskusi ini dapat menjadi gerakan kecil yang berkesinambungan untuk mengenalkan cagar budaya kepada masyarakat umum.
“Dengan adanya diskusi haritage, semoga dapat memberikan ruang kepada masyarakat Kota Pontianak untuk melihat secara langsung bangunan cagar budaya dan mendengar dari para ahlinya. Semoga dan selalu kami upayakan kegiatan seperti ini kontinyu dilaksanakan,” ucapnya.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan