SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Nasional Dubes Jepang: Perusahaan Mitsubishi dan NEC Siap Ikut Bangun IKN

Dubes Jepang: Perusahaan Mitsubishi dan NEC Siap Ikut Bangun IKN

Duta Besar Jepang untuk Indonesia Yasushi Masaki berbicara kepada wartawan dalam pengarahan pers Kedutaan Besar Jepang di Jakarta, Senin (25/3/2024). (ANTARA)

Jakarta (Suara Kalbar)- Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Yasushi Masaki, mengumumkan bahwa beberapa perusahaan Jepang telah bersedia untuk berkontribusi dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Indonesia.

Menurut Dubes Masaki, perusahaan Jepang seperti Mitsubishi Elevators telah sepakat untuk menyediakan lift untuk istana presiden dan fasilitas penting lainnya di IKN. Selain itu, perusahaan teknologi informasi Jepang, NEC, juga telah mengajukan pembangunan struktur smart city di IKN, mengingat pengalaman Jepang dalam membangun kota pintar.

“Perusahaan Jepang bernama Mitsubishi elevators telah memutuskan untuk menyediakan lift ke istana presiden dan juga fasilitas penting lainnya,” katanya melansir dari ANTARA, Rabu(27/3/2024).

Selain itu, Dubes Masaki juga menyebutkan perusahaan teknologi informasi Jepang bernama NEC juga telah mengajukan pembangunan struktur smart city di IKN.

Dia menyebutkan bahwa Jepang memiliki pengalaman yang sangat baik dalam membangun smart city.

“Saya pikir kami (Jepang) bisa berkontribusi secara konkret,” ujar Masaki.

Pemerintah Indonesia telah melaksanakan pembangunan ibu kota baru Indonesia, IKN, sejak September 2023.

Peletakan batu (grounbreaking) tahap pertama IKN dilakukan pada September 2023, dan hingga Februari 2024 telah dilaksanakan groundbreaking tahap kelima.

Groundbreaking tahap keenam direncanakan akan dilaksanakan pada Mei 2024.

Sejauh ini ada 305 surat pernyataan niat (Letter of Intent/LoI) dari investor dalam negeri dan luar negeri untuk proyek-proyek pembangunan di IKN.

Dari 305 LoI tersebut, sebanyak 172 LoI berasal dari investor dalam negeri dan selebihnya merupakan LoI dari investor luar negeri.

Singapura menempati posisi kedua dalam pernyataan minat investor terbanyak setelah Indonesia dengan 27 LoI, diikuti oleh Jepang 25 LoI, Malaysia dengan 19 LoI dna China dengan 19 LoI.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan