SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Sekadau Hujan Terus Menerus, Warga Sekadau Keluhkan Kondisi Jalan yang Makin Rusak

Hujan Terus Menerus, Warga Sekadau Keluhkan Kondisi Jalan yang Makin Rusak

Kondisi jalan rusak di Lamau, Kecamatan Sekadau Hulu, Kabupaten Sekadau,Kalbar.SUARAKALBAR.CO.ID/Wulan

Sekadau (Suara Kalbar)- Prakiraan cuaca di Sekadau akan diguyur hujan hingga 14 Maret. Warga keluhkan sulit beraktivitas, hingga kondisi jalan yang semakin rusak terkena banjir.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Meteorologi Susilo Sintang Provinsi Kalimantan Barat telah mengeluarkan data prakiraan cuaca untuk Kabupaten Sekadau tanggal 12,13 dan 14 Maret 2024. Diketahui Kabupaten Sekadau tidak akan mengalami cuaca cerah, dalam prakiraan cuaca tersebut mulai dari kabut, mendung hingga hujan petir akan menghiasi langit di Kabupaten Sekadau.

Kebenaran prakiraan cuaca itupun dirasakan langsung oleh warga di Kecamatan Sekadau Hilir, di mana hujan deras sudah membahasi sejak 11 Maret 2024 siang hingga Selasa 12 Maret 2024 siang.

Hujan terus turun mengakibatkan naiknya debit air sungai yang mulai menggenangi pemukiman warga di sejumlah dataran rendah seperti Desa Tanjung, Desa Sungai Ringin, Desa Mungguk dan beberapa wilayah lainnya.

Kondisi cuaca yang buruk ini juga berdampak pada aktivitas masyarakat, termasuk para pedagang keliling dan pedagang kaki lima. Seperti yang diungkapkan Pinus, pedagang sayur keliling.

Pria berusia 46 tahun itu mengaku kesulitan untuk berjualan ketika musim penghujan tiba. Tidak hanya sulit untuk berkendara saat hujan, kondisi jalan yang licin, jalan rusak, kurangnya pembeli, hingga banjir dadakan juga biasa dihadapi. Tak jarang dia juga harus mengalami kecelakaan tunggal akibat jalanan di perkampungan yang licin, karena sebagian besar jalur yang dilalui masih berupa tanah kuning, berbatu dan bahkan genangan lumpur.

“Kalau sudah musim penghujan seperti ini jualan jadi jarang. Mau pakai motor atau mobil resikonya sama besar, apalagi jualan ke kampung-kampung. Kecelakaan dan banjir dadakan paling sering, kadang malam baru bisa sampai rumah kalau terjebak banjir, ” ujarnya.

Dia yang sehari-hari berjualan ke Kecamatan Nanga Taman diketahui harus menempuh perjalanan hingga 2 jam untuk mencapai kampung-kampung langganannya. Tak jarang dengan kondisi cuaca yang buruk, Pinus lebih memilih tidak berjualan daripada menanggung resiko yang besar.

Satu hal keinginan Pinus hingga saat ini adalah pemerataan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan. Sehingga perputaran ekonomi masyarakat bisa semakin meningkat, meskipun dihadapkan pada perubahan cuaca yang signifikan.

“Kalau jalan bagus, cuaca buruk, masih bisa dilalui. Tapi kalau jalan sudah rusak, cuaca buruk, mau melintas saja sulit. Apalagi untuk aktivitas lainnya. Karena mencegah hujan kita tidak bisa, bisanya sekarang memperbaiki jalan biar mudah dilalui. Aktivitas juga semakin lancar,” imbuhnya.

Diketahui masih banyak ruas jalan di Sekadau yang belum ditingkatkan, jalan yang masih berupa tanah kuning ini rawan licin, becek, hingga banjir bila terus-menerus dilanda hujan. Tentunya hal ini juga menghambat aktivitas masyarakat.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan