Pemantau Asing Kurang Antusias Pada Pemilu 2024
Suara Kalbar– Pemantauan proses penyelenggaraan pemilu oleh berbagai pihak, termasuk negara atau badan pemantau asing, dinilai sebagai bagian penting dalam proses berdemokrasi.
Kehadiran pemantau pemilu dapat menambah kredibilitas dan legitimasi proses dan hasil pemilu, yang sekaligus dapat mencegah atau setidaknya meminimalisir terjadinya kecurangan. Namun sayangnya pada pemilu 2024, baru ada tiga pemantau asing yang sudah terverifikasi.
Tiga pemantau asing yaitu Friedrich Naumann Foundation for Freedom (FNF), Asian Network for Free Election (ANFREL Foundation) dan Melanisian Spearhead Group (MSG).
Dikutip dari VOA Indonesia, Kahfi Adlan Hafidz, dari Perkumpulan Untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) menyayangkan kurangnya antusias lembaga asing untuk ikut memantau Pemilu 2024 ini. Padahal menurutnya pemantau asing ini penting untuk bisa mengamplifikasi jika ada persoalan di dalam pemilu.
“Dengan banyaknya kondisi regresi demokrasi yang hari ini terjadi justru pemantau internasional dari banyak negara itu kalau kita melihatnya tidak terlalu antusias karena Indonesia ini bagi mereka dianggap sebagai negara yang sudah berhasil demokrasinya ketika berkaca pada Pemilu sebelumnya, di mana penyelenggaran Pemilu kita termasuk salah satu yang terbaik setidaknya di level Asia. Jadi gara-gara itu mereka tidak terlalu antusias,” ungkap Kahfi.
Lebih jauh dia menyebut banyak masalah yang membelit pemilu tahun ini, mulai dari politik dinasti, imparsialitas Mahkamah Konstitusi dan laporan kecurangan sejak masa kampanye.
“Kehadiran pemantau asing, akan memberi pesan kuat kepada seluruh peserta pemilu untuk bertarung dengan jujur karena dipantau luas dunia, ” pungkasnya.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






