Suara Warga untuk Capres 2024, Apa Kata Mereka?
Pontianak (Suara Kalbar) – Tiga Calon Presiden (Capres ) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) secara resmi melakukan deklarasi. Ketiga tersebut takni, Ganjar Pranowo – Mahfud MD, Anies Baswedan – Muhaimin dan Prabowo Subianto- Gibran Rakabuming Raka.
Lantas, Apa harapan masyarakat terhadap Capres dan Cawapres yang akan memimpin negeri ini mendatang?
Ahmadin sebagai masyarakat yang bekerja sebagai jasa Reparasi dan Laundry memberikan pendapatnya soal visi dan misi Capres – Cawapres yang akan bertarung di Pemilu 2024 nanti.
Ahmadin menyebutkan, dari tiga pasang nama yang sudah mencalonkan diri dalam pemilu mendatang, banyak dari mereka menyebutkan sesuatu yang tidak relevan, contohnya yang dikatakan oleh salah satu Calon seperti tunjangan bagi wanita hamil seluruh Indonesia dan Gaji Guru Naik 30 juta perbulan.
“Yang masuk akal saja , mau dari mana uang 30 perbulan itu ? kantong pribadi , ini seluruh Indonesia loh , sudah pasti janji palsu itu,” ucapnya.
Dikatanyakanya lagi, dalam Pemilu 2024 mendatang yang sudah semakin dekat ini, terutapa kepada masyarakat Indonesia harus bisa lebih selektif dan mencerna dengan baik visi dan misi yang disampaikan oleh Capres-Cawapres ini, jangan mudah percaya dengan janji-janji manis mereka.
“Saya kira masyarakat sekarang lebih pintar yah, karna dari banyaknya visi dan misi Calon-calon ini, masyarakat harusnya bisa membedakan maka fakta mana kebohongan,” ungkapnya.
Ahmad juga mengatakan, banyak permasalahan yang ada di Indonesia ini terutama yang harus diselesaiakan adalah Korupsi, namun menurutnya permasalahan soal Korupsi ini akan sulit untuk diselesaikan, karna mengingat Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di Indonesia ini masi teramat rendah.
“Sudah jadi permasalahan publik lah soal Korupsi nih, pasti sangat sulit untuk diselesaikan, karna SDM kita masi sangat rendah,” ujarnya.
Menanggapi soal berita hoax , ahmad juga menyebutkan bahwa masyarakat Indonesia harus bisa memilih mana berita benar dan berita bohong , terlebih dengan dekatnya Pemilu ini pasti akan banyak tersebar berita-berita yang tidak benar.
“Masyarakat sekarang saya yakin pasti bisa membedakan mana berita benar dan bohong, makanya harus bisa lebih pintar lagi terlebih Pemilu sudah dekat,” ungkapnya.
Ia menambahkan harapanya untuk Pemilu 2024 nanti masyarakat jangan mudah terprovokasi agar tidak terjadi bentrok , karna menerutnya pesta rakyat ini adalah sesuatu yang sangat rawan untuk terjadinya bentrok.
“Kalau bisa nanti ketika pemilu jangan mudah terprovokasi , karna siapapun yang terpilih nanti kiga harus memikirkan kedepanya supaya tidak merugikan kita sebagai masyarakat kecil,” tutupnya.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






