Membanggakan, Peneliti Muda asal Mempawah Wakili Indonesia di Konferensi Dunia
Mempawah (Suara Kalbar) – Masyarakat Kabupaten Mempawah Kalimantan Barat kali ini kembali boleh berbangga hati.
Sebab satu lagi pemuda asal Mempawah menjadi satu-satunya wakil Indonesia di ajang bergengsi 2023 8th International Conference on Civil Enggineering and Materials Science (ICCEMS 2023) di Singapura pada 14-16 Juni 2023.
Pemuda tersebut adalah Asyrofuddin Fadhlullah, seorang peneliti muda jebolan Universiti Teknologi Malaysia.
Asyrof, sapaan akrabnya, merupakan putra dari pasangan Wakil Bupati Mempawah Muhammad Pagi dan Ketua TP PKK Mempawah Julina.
Saat ditemui di kediaman jabatan Wakil Bupati Mempawah, Asyrof terlihat sudah bersiap-siap untuk berangkat ke Singapura.
“Iya bang, Insyaallah besok (hari ini) saya berangkat ke Singapura,” ujarnya, Senin (12/6/2023) siang.
Dijelaskan pemuda yang fasih banyak bahasa asing ini, keberangkatannya ke Singapura untuk menghadiri ICCEMS 2023 yang merupakan konferensi para peneliti dunia, termasuk dihadiri banyak profesor internasional.
Dalam ICCEMS 2023 itu, lanjut Asyrof, dirinya diminta untuk membeberkan hasil penelitian yang nantinya akan menjadi referensi dunia di bidang Civil Enggineering dan Materials Science.
Sebelum diundang untuk hadir di ICCEMS 2023, Asyrof terlebih dahulu mengirimkan hasil penelitiannya dalam bentuk full paper.
Yakni dengan judul “Effectiveness of Carbide Lime Waste as Co2 Capturing Materials of Mortar at Early Co2 Curing Age”.
Sederhananya, penelitian Asyrof berkaitan tentang meminimalisasi efek karbon dioksida (Co2) yang merupakan salah satu penyebab utama emisi karbon dan efek rumah kaca.
Dengan demikian, karbon dioksida yang merupakan salah satu penyebab emisi global tersebut, kini justru menjadi solusi global untuk menyelamatkan lingkungan.
Dari hasil penelitian ini, Asyrof bisa mengalihkan efek dari karbon dioksida untuk memperkuat mortar dan menyelamatkan lingkungan di waktu yang bersamaan.
Mortar ini biasanya diaplikasikan untuk pembuatan batako, vaping block atau plester di dinding bangunan.
Dengan mortar yang telah diperkuat oleh penelitian Asyrof, nantinya dapat menghasilkan mortar yang lebih kuat 5 kilo newton atau setara 505 kilogram dibandingkan dengan mortar pada umumnya.
Dan menariknya lagi, penelitian ini dilakukan dengan memanfaatkan limbah kapur sebagai pengganti semen.
“Setelah dikaji oleh para peneliti dan profesor dunia, ternyata hasil penelitian saya layak untuk dipresentasikan di ICCEMS 2023. Dan yang lebih membanggakan lagi, ternyata saya satu-satunya wakil Indonesia yang tampil di ajang ilmuan bergensi tersebut,” ungkapnya penuh syukur.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






