SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda News Dirga Sakti: Vaksin Diberikan ke Orang yang Belum Terkonfirmasi Covid-19

Dirga Sakti: Vaksin Diberikan ke Orang yang Belum Terkonfirmasi Covid-19

Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) menggelar acara webinar membahas tentang rencana vaksinasi COVID-19 di Indonesia, Jumat 4 Desember 2020.SUARAKALBAR.CO.ID/Ist


Pontianak
(Suara Kalbar) – Vaksin akan diberikan kepada orang yang belum pernah terkonfirmasi COVID-19 pada rentang usia 18-59 yang tidak memiliki komorbid atau penyakit penyerta. 

Hal tersebut dijelaskan Spesialis Penyakit Dalam dan Vaksinolog, dr Dirga Sakti Rembe.

“Lalu untuk masyarakat yang sudah terkonfirmasi COVID-19 tidak menjadi prioritas untuk mendapatkan vaksin. Tapi malah dapat membantu dengan antibodinya untuk jangka panjang,”  ungkap dr Dirga saat memberikan penjelasan dalam webinar tersebut. 

Menurutnya upaya yang dilakukan untuk memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat tentnag vaksin COVID-19 menjadi tanggung jawab bersama yang disesuaikan dengan keilmuan masing/masing.

“Kita tentu mengajak masyarkat untuk terus berhati- hati, intinya bahwa tidak akan ada vaksin tanpa izin badan BPOM dan kalau sudah ada izin resmi dari BPOM tentu sudah teruji keamanannya,” cetusnya.

Ia mengatakan bahwa untuk pemberian vaksin biasanya untuk satu orang minimal dua kali dengan  rentang waktu suntikan pertama dan kedua berjarak dua minggu atau 14 hari. 

“Vaksin membutuhkan dua kali suntik dan secara umum antibodi akan muncul dua minggu setelah suntikan terakhir atau kedua. Selama antibodi belum muncul seseorang masih bisa terinfeksi,” katanya.

Sembari menunggu antibodi terbentuk seseorang yang telah melakukan vaksin harus tetap menerapkan 3M yakni menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan serta mrnghindari kerumunan.

Bahwa untuk jenis vaksin yang digunakan nanti adalah jenis Sinovav yang terbatas pada usia 18-59 tahun dan tidak memiliki penyakit bawaan.

“Kalau membuat vaksin baru secara umum di coba pada usia muda dewasa. Makanya kalau bagus akan diperluas untuk anak dan kelompok lansia,” urainya. 

Ia mengatakan bahwa tidak menuntup kemungkinan akan ada vaksin baru untuk usia lansia dan anak-anak. Tapi untuk sekarang Vaksin Sinovac tidak dapat diberikan kepada usia landia.

Sedangkan untuk anak -anak juga belum ada yang mungkin masih dilakukan penelitian.  Maka dari itu ia mengajak  sebagai orangtua  harus lebih berhati-hati mengawasi anaknya.

 “Mencapai 12 persen kasus COVID-19 di Indonesia adalah usia anak-anak dan 2 persennya tergolor berat,” ungkapnya.

Maka dari itu anak-anak harus dijaga dirumah saja karena kalau sudah bermain susah untuk mengontrol. Selain itu terkait kesiapan pembukaan sekolah diharapkan dapat  dikaji untuk kesiapannya apakah siap dibuka atau tidak.

Ia juga menjelaskan bahwa sesuai SOP sebelum seseorang dilakukan vaksin. Maka akan dilakukan srraning atau oernyataan aoakah layak di screaning pertama apakah sehat secara umum, kalau ada gejala tetap dapat imunisasi asal tidak demam diatas 38 derajat, dipastikan apakah ada alergi dan dan komorbid.

“Terkait efek vaksin dapat menyebabkan demam kawatirnya kalau saat dia demam langsung di vaksin maka tidak baik. Apalagi  demam mencapai 38 derajat,” pungkasnya.

Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) kembali menggelar acara webinar membahas tentang rencana vaksinasi COVID-19 di Indonesia, Jumat 4 Desember 2020.

Adapun tema yang diangkat pada kali ini adalah tentang “Vaksinasi Dewasa Tingkatkan Imun Tubuh” dengan mengundang natasumber yakni Kadiskes Provinsi Kalbar dr Harisson, Spesialis Penyakit Dalam dan Vaksinolog dr Dirga Sakti Rembe.

Penulis: Pri

Komentar
Bagikan:

Iklan