Ribuan Warga Salat Gaib di Istiqlal, Doakan Korba Gempa di Turki, Suriah
Suara Kalbar — Ribuan warga Jakarta dan sekitarnya hari Jumat (10/2) melaksanakan salat gaib di Masjid Istiqlal, Jakarta, untuk mendoakan korban gempa bumi di Turki dan Suriah. Salat gaib ini dilaksanakan setelah salat Jumat.
Penyelenggara Peribadatan Masjid Istiqlal, Buchori S. A mengatakan kepada VOA, salat gaib itu memang rutin dilaksanakan setelah salat Jumat setiap minggu, namun khusus kali ini dimaksudkan bagi korban gempa di Turki dan Suriah.
“Sholat Ghaib kali ini, kami khususkan, utamanya untuk para korban gempa saudara-saudara kita di Suriah maupun di Turki. Karena mereka saudara kita seiman seagama, kita sebagai umat Islam memang harus peduli mendoakan. Memang juga ada imbauan dari Kemenag juga,” terang Buchori, melansir dari VOA–Jaringan Suarakalbar.co.id, Minggu (12/2/2023).
Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar memimpin langsung salat gaib yang diikuti ribuan jemaah, termasuk Menko Polhukam Mahfud MD yang sebelumnya menjadi khatib dalam salat Jumat.
Salah seorang jemaah yang tidak dapat menyembunyikan rasa dukanya, Setyo Subianto, usia 50 tahun, mengatakan ia sudah sering mengikuti salat gaib selepas salat Jumat yang diadakan di Masjid Istiqlal secara reguler, tetapi ia sangat sedih ketika salat ghaib kali ini karena begitu besarnya jumlah korban meninggal dan luka-luka, serta mereka yang masih tertimbun di balik puing-puing reruntuhan.
“Saya prihatin, namanya musibah ada dimana saja, Allah sudah menentukan. Harapan saya, untuk saudara-saudara Islam, saya mendoakan semoga mereka diterima di sisi Allah SWT dan semoga juga secepatnya ada bantuan-bantuan disana. Menghimbau juga misalnya umat Islam lainnya mengirim relawan atau menyumbang dana seadanya untuk membantu meringankan beban mereka disana,” ungkap Setyo.
Beberapa peserta menyatakan belasungkawa dan mendesak pemerintah untuk mengirimkan bantuan sesegera mungkin. “Sebagai negara mayoritas Muslim, Indonesia harus segera membantu,” kata Arfan, 40, kepada Reuters. “Jangan terlalu lama, mereka sangat membutuhkan bantuan.”
Fauza, 31, seorang Muslim lainnya mengatakan, “Saya merasa sedih karena kami juga Muslim, kita sama-sama beragama Islam. Jadi, saya berdoa kepada Allah untuk mereka, untuk memberi mereka kekuatan dan iman, dan untuk mereka yang kehilangan keluarga dan kerabat tercinta, saya berharap mereka diberi kesabaran dan iman mereka menjadi lebih kuat.”
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS







