Pendapatan Aplikasi Seluler di Tahun 2020 Tembus Rp 1.411 triliun
![]() |
| Ilustrasi aplikasi-aplikasi dalam ponsel pintar (Shutterstock). |
Suara Kalbar – Tahun 2020 menjadi masa pencetak rekor bagi industri aplikasi
seluler secara global. Hingga November 2020, pengeluaran untuk belanja
di aplikasi smartphone tercatat, tembus 100 miliar dolar AS atau Rp
1.411 triliun.
Angka ini melonjak jauh dibandingkan dengan 2019 yang mencatatkan pendapatan 83,5 miliar dolar AS atau Rp 1.178 triliun.
“Tahun 2020 terjadi pergeseran yang belum pernah
terjadi sebelumnya dalam perilaku dan pengeluaran konsumen. Tahun ini
mencetak rekor baru, dengan Google Play Store dan Apple App Store secara kolektif menghasilkan lebih dari 100 miliar dolar AS dalam pengeluaran konsumen,” jelas laporan Sensor Tower, Jumat (1/1/2021).
Tren belanja aplikasi ini juga berlanjut pada
Natal, di mana konsumen di seluruh dunia menghabiskan 407,6 juta dolar
AS (Rp 5,7 triliun) di Apple App Store dan Google Play Store, yang
dihitung dari 1-27 Desember 2020.
![Google Play Store [shutterstock]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2017/08/29/68069-google-play-store.jpg)
Angka ini meningkat 34,5 persen dari tahun 2019 dengan pengeluaran sekitar 303 juta dolar AS atau Rp 4,3 miliar.
Pengeluaran belanja seluler di momen libur
kemarin didominasi untuk game mobile dengan angka 295,6 juta dolar AS,
naik 27 persen dari 232,4 juta dolar AS dari tahun sebelumnya.
Honor of Kings dari Tencent masuk di peringkat
pertama dengan pengeluaran konsumen sekitar 10,7 juta dolar AS, naik
205,7 persen dari 3,5 juta dolar AS pada 2019.
Sedangkan untuk aplikasi di luar game seluler diraih TikTok yang mampu meraih pendapatan 4,7 juta dolar AS atau Rp 66,3 miliar.
Belanja aplikasi seluler ini paling banyak
dilakukan di platform Apple App Store dengan raihan 278,6 juta dolar AS.
Sedangkan untuk Google Play Store mendapat pemasukan 129 juta dolar AS.
Sumber : Suara.com, Selengkapnya DISINI






