Disdikbud Singkawang Dukung Pendidikan Inklusif
Singkawang (Suara Kalbar) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Singkawang mendukung penuh pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus yang saat ini di empat sekolah piloting mencapai sekitar 50 orang.
“Sekolah formal wajib menerima siswa berkebutuhan khusus dan ada empat sekolah piloting anak berkebutuhan khusus dan kita bermitra juga dengan ULD (Unit Layanan Disabilitas),” ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Singkawang Asmadi, Rabu (23/11/2022).
Dia menjelaskan empat sekolah piloting yang menjadi sekolah piloting atau pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus diantaranya SD Negeri 27, SD negeri 42, SMP Negeri 5 dan SMP Negeri 6 Kota Singkawang.
“Ada 4 piloting pendidikan inklusif adalah upaya kita memberikan pendidikan khusus inklusif tahun ini dan juga diterbitkan SK Wali Kota Singkawang atas empat sekolah piloting yang bekerjasama dengan USAID Madani,” katanya.
Program ini, kata Asmadi, perlu dukungan semua pihak dan stake holder untuk menyelenggarakan pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus.
Asmadi mengatakan perlu dukungan pemerhati pendidikan dan orang-orang peduli pendidikan dan sangat diperlukan meskipun kekurangan namun tetap harus bimtek atau diklat guru dalam penyelenggaraan pendidikan inklusif.
“Kita akan melakukan diagnosis terhadap tingkat kesulitan bagi anak kebutuhan khusus dan apa saja kendalanya dan tentunya diberikan petunjuk penerimaan peserta didik baru,” jelasnya.
Ia mengatakan tahun ini ada empat sekolah yang masuk program pendidikan inklusif dan para gurunya dilantik untuk gelombang pertama.
“Pertama intervensi melalui Bantuan Operasional Sekolah (BOS), kami tidak menyerah walaupun dana APBD sangat minim, dan bisa melalui paguyuban, dana kelompok peduli pendidikan agar pendidikan inklusif dapat berjalan dengan baik,” jelasnya.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






