Dampak Pandemi, Pengrajin Kampung Tenun di Kelurahan Batu Layang Terancam Stop Produksi
Pontianak (Suara Kalbar) – Dampak pandemi Covid-19 yang berkepanjangan ternyata masih dirasakan para pengrajin kain tenun, di Kawasan Kampung Tenun Kota Pontianak. Mirisnya sebagian pengrajin,bahkan terpaksa menjual peralatan tenunnya lantaran sepi pesanan.
Kampung Wisata Tenun Khatulistiwa berlokasi di Gang Sambas Jaya, Jalan Khatulistiwa, Kelurahan Batu Layang, Kecamatan Pontianak Utara,terdapat 16 rumah penenun dengan 22 alat tenun dan tenaga ahli tenun, sebanyak 40 orang.
Namun sepinya permintaan maupun pembeli yang datang langsung, hingga kini masih belum usai. membuat sebagian pengrajin, terancam stop berproduksi, akibat kekurangan modal.
“Sejak Pandemi memang pengunjung cukup sepi, jadi berdampak sama pengrajin yang tidak bisa memproduksi,” ungkap Kurniati salah satu pengrajin di kawasan tersebut.
Kurniati mengaku, sebagian pengrajin tenun, bahkan terpaksa menjual peralatan menenun mereka.berpindah haluan dengan menjadi karyawan di rumah produksi tenun lainnya.
“Karena sepi bahkan ada yang menjual alat tenunnya demi tetap dapat uang untuk kebutuhan mereka sehari hari,” tuturnya.
Kurniati bercerita omzet yang mereka dapatkan sebelum terjadi pandemi Covid-19, adalah sebesar Rp25 juta perbulan. Namun kini pendapatan mereka hanya Rp12 juta perbulannya.
“Sekarang tidak bisa nutup sementara, modal yang diperlukan untuk sekali produksi mencapai Rp8 juta untuk keperluan membeli kain dan benang emas,” paparnya.
Sejak di launching beberapa waktu lalu, Kampung Wisata Tenun Khatulistiwa diharapkan dapat meningkatkan perekonomian para pengrajin dengan menampilkan produk unggulan berupa kain songket dan corak insang khas Pontianak.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






