Penelitian Satya Bumi-Teraju Soroti Persoalan Sosial-Ekonomi di Perbatasan Entikong
Entikong (Suara Kalbar) – Hasil penelitian Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Satya Bumi bersama Teraju Indonesia menyoroti sejumlah persoalan di kawasan perbatasan Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Temuan tersebut mencakup tata kelola perkebunan, hutan tanaman industri (HTI), kondisi sosial-ekonomi masyarakat, hingga persoalan hukum.
Direktur Eksekutif Satya Bumi, Andi Muttaqien, mengatakan pembangunan industri berbasis lahan dan berbagai proyek infrastruktur di kawasan perbatasan belum sepenuhnya memberikan dampak terhadap kesejahteraan masyarakat setempat.
“Program-program di perbatasan atau proyek-proyek agrikultur terus terbangun, tetapi masyarakatnya masih banyak yang tertinggal,” kata Andi dalam seminar Dinamika Industri Berbasis Lahan di Kawasan Perbatasan di Entikong.
Menurut Andi, hasil penelitian tersebut menggambarkan kondisi terkini kawasan perbatasan sekaligus menjadi bahan untuk mendorong perbaikan kebijakan pembangunan.
Ia menyebutkan, terdapat dua fokus utama yang perlu diperhatikan, yakni pembenahan tata kelola perkebunan dan HTI agar memberikan manfaat bagi masyarakat serta penghapusan praktik-praktik ilegal di kawasan perbatasan.
Andi juga berharap pemerintah pusat dan kementerian teknis dapat menindaklanjuti rekomendasi penelitian, khususnya terhadap persoalan yang belum dapat ditangani pemerintah daerah karena keterbatasan kewenangan.
Selain tata kelola lahan, pembangunan infrastruktur seperti jalan dan fasilitas perbatasan juga dinilai perlu memberikan dampak ekonomi secara langsung kepada masyarakat. Infrastruktur yang semakin baik, menurutnya, harus diimbangi dengan pemberdayaan warga di wilayah tertinggal.
Sementara itu, Asisten Deputi Infrastruktur Fisik Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), Amrullah M. Ridha, mengatakan pembangunan kawasan perbatasan merupakan salah satu perhatian pemerintah untuk mewujudkan wilayah perbatasan sebagai beranda depan negara yang maju dan sejahtera.
Ia menyebutkan, pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) dan akses jalan yang menghubungkan Entikong hingga Pontianak menjadi bagian dari upaya memperkuat kawasan perbatasan. Sejumlah fasilitas pendukung, termasuk Terminal Barang Internasional, juga disiapkan untuk mendorong aktivitas ekonomi.
Amrullah menilai, pembangunan infrastruktur perlu disertai peningkatan kapasitas kelembagaan pemerintah daerah dan masyarakat. Pendampingan, pelatihan, serta bimbingan teknis bagi masyarakat desa diperlukan agar warga mampu memanfaatkan peluang ekonomi dari pembangunan fasilitas perbatasan.
Penelitian Satya Bumi dan Teraju Indonesia dilakukan di sejumlah wilayah perbatasan, termasuk Entikong dan Badau di Kalimantan Barat serta Gorontalo Utara. Hasil penelitian tersebut diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan rekomendasi kebijakan, termasuk usulan perubahan regulasi.
Kolaborasi antara Satya Bumi, Teraju Indonesia, BNPP, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat diharapkan dapat memperkuat upaya pembangunan kawasan perbatasan agar lebih berpihak pada kebutuhan warga.
Penulis: Iqbal Meizar
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






