SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Mempawah Kabut Asap Karhutla Kian Tebal, WBCB Mempawah Sujud Memohon Hujan dan Gelar Aksi Sosial

Kabut Asap Karhutla Kian Tebal, WBCB Mempawah Sujud Memohon Hujan dan Gelar Aksi Sosial

Wild Boys Custom Bike (WBCB) Chapter Mempawah bersama sejumlah mitra komunitas, PMI dan Tagana menggelar Shalat Istisqa dan bakti sosial sebagai ikhtiar spiritual memohon hujan, Minggu (6/9/2026). [SUARAKALBAR.CO.ID/Tim]

Mempawah (Suara Kalbar) – Di tengah kepungan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), suara doa dan permohonan hujan menggema dari halaman Masjid Syuhada, Kelurahan Terusan, Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah, Minggu (6/9/2026).

Komunitas motor Wild Boys Custom Bike (WBCB) Chapter Mempawah bersama sejumlah mitra komunitas, Palang Merah Indonesia (PMI) dan Tagana menggelar Shalat Istisqa sebagai ikhtiar spiritual memohon kepada Allah SWT agar segera menurunkan hujan.

Shalat Istisqa berlangsung khusyuk. Para peserta merendahkan diri, menengadahkan wajah dan tangan ke langit, memohon karunia serta rahmat Allah SWT agar kemarau panjang segera berakhir dan hujan turun membasahi wilayah yang terdampak karhutla.

Ketua WBCB Chapter Mempawah, Wan Fiqri, mengatakan Shalat Istisqa menjadi bentuk ikhtiar bersama menghadapi kondisi kemarau dan kabut asap yang semakin mengganggu aktivitas masyarakat.

Menurutnya, hujan yang selama ini kerap dianggap biasa justru terasa begitu berharga ketika kemarau datang, sungai dan sumur mulai mengering, sementara tanaman membutuhkan air untuk bertahan hidup.

“Dulu hujan sering kita anggap remeh. Tapi ketika kemarau, sungai dan sumur mengering, tanaman mati, barulah kita menyadari betapa besar nikmat Allah berupa hujan,” ujar pemuda yang akrab disapa Wan Mek ini.

Ia menilai karhutla menjadi pengingat bagi manusia untuk menyadari keterbatasan diri di hadapan Sang Pencipta.

“Karhutla menjadi pengingat betapa kecilnya kita di hadapan Allah SWT. Shalat Istisqa ini adalah ikhtiar bersama. Semoga Allah Taala segera menurunkan hujan,” katanya.

Namun, menurut Wan Mek, doa harus berjalan beriringan dengan tindakan nyata. Ia menyerukan seluruh masyarakat untuk bersama-sama mencegah karhutla, tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar serta bergotong royong menangani kebakaran yang terjadi.

“Jangan membakar lahan. Mari kita bersatu mencegah dan menangani karhutla,” tegasnya.

Doa Hujan Dibungkus Aksi Sosial

Kegiatan tidak berhenti pada Shalat Istisqa. WBCB Chapter Mempawah juga menggelar aksi sosial dengan berbagi tali asih kepada 25 santri yatim dari Pondok Pesantren Al-Mukhlisin, Desa Antibar.

Para anggota komunitas motor selanjutnya membagikan masker kepada masyarakat di depan Masjid Syuhada, Jalan Gusti M. Taufik, Mempawah.

Aksi tersebut menjadi bentuk kepedulian komunitas motor terhadap masyarakat yang ikut terdampak buruknya kualitas udara akibat kabut asap karhutla.

Kerennya, rangkaian acara terlaksana berkat dukungan lintas komunitas, di antaranya WBCB, Rubini Rider, Vespa Mempawah, PMI, Touring Tue, Tagana dan sejumlah komunitas lainnya.

Kehadiran berbagai komunitas tersebut menunjukkan bahwa kepedulian terhadap dampak karhutla tidak mengenal sekat organisasi maupun latar belakang.

Pertama Digelar WBCB di Kalbar

Presiden WBCB Kalbar, Pakde Tole, turut hadir dan memberikan apresiasi terhadap inisiatif WBCB Chapter Mempawah.

Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki makna penting karena memadukan ikhtiar keagamaan, kepedulian sosial dan aksi kemanusiaan di tengah kondisi kabut asap.

Ia menyebut kegiatan Shalat Istisqa yang dirangkai dengan aksi sosial peduli santri yatim dan pembagian masker tersebut merupakan yang pertama diselenggarakan WBCB di Kalimantan Barat.

“Ini merupakan kegiatan pertama yang diselenggarakan WBCB di Kalbar. Semoga kegiatan seperti ini dapat ditiru oleh WBCB di kabupaten dan kota lainnya,” ujar Pakde Tole.

Penulis: Sandi Sniper

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play