Dorong Produktivitas Pertanian Landak, Karolin Minta Petani Ubah Mindset Pilih Benih Padi
Landak (Suara Kalbar) – Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, menghadiri panen raya benih padi di Dusun Brinang Lesung, Desa Ringo Lojok, Kecamatan Banyuke Hulu. Dalam kesempatan tersebut, ia mendorong petani untuk lebih masif menggunakan benih padi unggul.
Panen raya ini dilakukan di lahan sawah seluas 0,6 hektare milik petani binaan Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S). Dari luasan tersebut, petani berhasil meraup total hasil panen padi mencapai 3 ton.
Adapun benih yang ditanam merupakan varietas padi Inpari 32 berlabel ungu yang dikembangkan melalui program pendampingan P4S. Rencananya, hasil panen yang melimpah ini akan kembali dimanfaatkan sebagai benih oleh petani di Desa Ringo Lojok dan sekitarnya.
Di sela-sela peninjauan, Karolin menyoroti salah satu kendala utama dalam memajukan pertanian di wilayah tersebut, yakni pola pikir atau kebiasaan petani dalam memilih benih.
“Memang tantangannya adalah mindset, kesadaran petani untuk menggunakan bibit yang berkualitas agar bisa mendapatkan hasil pertanian yang lebih baik lagi,” kata Karolin di lokasi panen.
Menurut Karolin, penggunaan benih unggul bersertifikat merupakan syarat mutlak jika petani ingin menaikkan taraf ekonomi dan hasil panennya.
“Ya, sehingga produktivitas di tiap lahan itu bisa meningkat,” tambahnya.
Di sisi lain, Karolin juga menaruh perhatian pada minimnya ketersediaan stok benih mandiri di tingkat desa. Ia berharap ke depannya penangkaran benih dapat dilakukan secara swadaya oleh masyarakat desa.
“Saya harap kelompok penangkar mandiri bisa terus bertambah, karena sebenarnya kebutuhan masyarakat terhadap bibit unggul ini juga sebenarnya sangat tinggi,” ungkap Karolin.
Ia menjelaskan, selama ini benih unggul hasil panen seringkali langsung dijual kepada pemerintah, untuk kemudian dibagikan atau dijual kembali kepada petani. Karolin ingin siklus penyediaan benih ini bisa terjadi langsung antarpetani setempat.
“Nanti paling tidak masyarakat di sekitar bisa beli. Nanti kita juga dorong agar mereka bisa mendapatkan sertifikasi dan sebagainya,” tegasnya.
Sebagai bentuk dukungan percepatan produksi pertanian, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Landak turut menyerahkan bantuan alat mesin pertanian berupa satu unit Power Thresher (mesin perontok padi) kepada kelompok tani setempat.
Sebelumnya, Pemkab Landak juga telah menyediakan alat berat panen berupa combine harvester untuk kelompok brigade yang bisa digunakan secara bersama-sama oleh petani dengan biaya operasional patungan yang jauh lebih murah.
Guna menjamin keberlanjutan program pertanian ini, Pemkab Landak kini menggandeng Kementerian Pertanian. Kerja sama ini difokuskan untuk membina petani agar mampu memproduksi sekaligus mengakses bibit padi unggul berstandar tinggi di wilayahnya sendiri.
Penulis: Tim Liputan
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS





