SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Pontianak UPT Taman Budaya Kalbar Gelar Workshop Tari “Tubuh Jujur di Ruang Publik

UPT Taman Budaya Kalbar Gelar Workshop Tari “Tubuh Jujur di Ruang Publik

Pontianak (Suara Kalbar) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat melalui UPT Taman Budaya Kalimantan Barat menggelar workshop seni tari dengan tema “Tubuh Jujur di Ruang Publik”.

‎Kegiatan ini merupakan workshop kedua yang digelar UPT Taman Budaya Kalbar. Peserta dibuka secara umum melalui sistem open call yang sebelumnya telah diumumkan kepada para seniman dan masyarakat yang memiliki ketertarikan terhadap seni tari.

‎Kepala UPT Taman Budaya Kalbar, Gabriel, mengatakan kegiatan ini menjadi ruang bagi para pelaku seni maupun masyarakat umum untuk belajar dan mengembangkan kreativitas di bidang seni tari.

‎“Untuk workshop kedua ini kami mengambil cabang seni tari dengan tema Tubuh Jujur di Ruang Publik. Kami memberikan ruang bagi seluruh seniman yang ada di Kalimantan Barat untuk mengikuti workshop melalui open call,” kata Gabriel.

‎Ia menyebutkan, sebanyak 35 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Mereka berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Barat dengan latar belakang yang beragam.

‎Peserta tidak hanya berasal dari sanggar atau komunitas seni, tetapi juga mahasiswa, masyarakat umum hingga guru kesenian yang mengajar di tingkat SMA dan SMK.

‎Sementara itu, pemateri sekaligus penggiat seni, Firsi Junianatha, mengatakan peserta terlebih dahulu diberikan pemahaman mengenai tari kontemporer, baik dari sisi teori maupun berdasarkan pengalaman dalam berkesenian.

‎Menurutnya, tari kontemporer memiliki ruang yang luas dan tidak harus selalu dilakukan oleh seorang penari profesional.

‎“Tari kontemporer bisa dilakukan oleh penari atau bahkan bukan penari sekalipun yang belum pernah menari,” ujar Firsi.

‎Ia mengatakan, ide dalam menciptakan tari kontemporer juga tidak harus berasal dari sesuatu yang besar dan kompleks. Pengalaman sederhana dalam kehidupan sehari-hari dapat menjadi sumber inspirasi sebuah karya.

‎“Keunikan tari kontemporer itu kita tidak harus berlandaskan atau berawal dari sebuah ide garapan yang berat. Bisa dari ide yang sesimpel mungkin,” jelasnya.

‎Firsi mencontohkan pengalaman pribadi seperti kekesalan seseorang dalam menjalani kehidupan sebagai guru dapat dikembangkan menjadi sebuah karya tari.

‎Melalui workshop ini, peserta diharapkan dapat lebih memahami seni tari kontemporer sekaligus berani mengeksplorasi pengalaman dan lingkungan sekitar sebagai sumber ide dalam menciptakan karya seni.

Penulis: Fajar Bahari

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play