SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Nasional Peserta Muktamar NU ke-35 Doakan Kalimantan Barat yang Tertimpa Musibah Karhutla dan Kabut Asap

Peserta Muktamar NU ke-35 Doakan Kalimantan Barat yang Tertimpa Musibah Karhutla dan Kabut Asap

Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 yang masih berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Minggu (30/8/2026). [SUARAKALBAR.CO.ID/PCNU Mpw]

Jawa Timur (Suara Kalbar) – Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 yang berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, memasuki rangkaian persidangan pada Minggu (30/8/2026).

Muktamar yang berlangsung pada 26–31 Agustus 2026 tersebut diikuti oleh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) dari seluruh Indonesia, serta Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) dari berbagai negara.

Salah satu agenda penting dalam rangkaian Muktamar adalah Sidang Pleno Pembahasan Tata Tertib Persidangan. Sidang tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh proses persidangan Muktamar berjalan tertib, demokratis, dan sesuai dengan ketentuan organisasi.

Di tengah berlangsungnya agenda persidangan, suasana Muktamar juga diwarnai kepedulian dan solidaritas terhadap masyarakat Kalimantan Barat yang saat ini menghadapi musibah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap.

Ketua PCNU Kabupaten Mempawah Mahmud Jayadi mengatakan bahwa para peserta Muktamar NU ke-35 secara bersama-sama memanjatkan doa untuk keselamatan masyarakat Kalimantan Barat.

Doa tersebut menjadi ungkapan kepedulian warga Nahdliyin terhadap masyarakat yang terdampak bencana, sekaligus ikhtiar batin agar musibah tersebut segera berakhir.

Dalam doa tersebut, peserta Muktamar memohon kepada Allah SWT agar kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat segera dapat diatasi, hujan segera diturunkan, serta kondisi lingkungan kembali normal.

Masyarakat yang terdampak juga didoakan agar diberikan ketabahan, kekuatan, keselamatan, dan kesehatan dalam menghadapi musibah.

Kepedulian Muktamar NU terhadap masyarakat Kalimantan Barat menunjukkan bahwa semangat ukhuwah, kepedulian kemanusiaan, dan solidaritas kebangsaan tidak dibatasi oleh jarak maupun wilayah. Musibah yang terjadi di satu daerah menjadi keprihatinan dan doa bersama seluruh keluarga besar Nahdlatul Ulama.

Doa yang dipanjatkan para peserta Muktamar NU ke-35 menjadi bagian dari ikhtiar bersama agar Allah SWT segera menurunkan hujan, memadamkan titik-titik api, menghilangkan kabut asap, memulihkan kondisi lingkungan, serta memberikan perlindungan dan kesehatan kepada seluruh masyarakat Kalimantan Barat.

“Semoga masyarakat Kalimantan Barat senantiasa diberikan ketabahan, kekuatan, kesehatan, dan keselamatan dalam menghadapi musibah. Semoga Allah SWT segera mengangkat bencana ini dan memberikan keberkahan serta keselamatan bagi seluruh masyarakat,” ungkap Mahmud Jayadi.

Penulis: Tim Liputan

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play