SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Mempawah Ketua DAD Mempawah Ingatkan Warga Waspadai ISPA di Tengah Karhutla dan Kemarau Panjang

Ketua DAD Mempawah Ingatkan Warga Waspadai ISPA di Tengah Karhutla dan Kemarau Panjang

Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Mempawah, Adrianus. [SUARAKALBAR.CO.ID/Tim]

Mempawah (Suara Kalbar) – Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi bersamaan dengan musim kemarau panjang membuat kondisi udara di sejumlah wilayah Kabupaten Mempawah semakin memprihatinkan.

Masyarakat pun diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman gangguan kesehatan, terutama Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Mempawah, Adrianus, mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah selama kondisi udara masih dipengaruhi asap dan debu.

“Kalau memang tidak ada aktivitas yang penting, upayakan tidak keluar rumah. Kalau terpaksa harus keluar, gunakan masker,” imbaunya, Rabu (26/8/2026).

Menurut Adrianus, paparan udara yang berasap dan berdebu dapat meningkatkan risiko gangguan pada saluran pernapasan. Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian lebih, terutama bagi anak-anak dan masyarakat yang daya tahan tubuhnya sedang menurun.

Ia meminta masyarakat tidak hanya fokus terhadap dampak karhutla, tetapi juga memperhatikan kesehatan selama bencana kabut asap berlangsung.

“Kami berharap masyarakat selalu menjaga kesehatan dan memperkuat imun tubuh agar tidak mudah terserang penyakit,” ujarnya.

Adrianus juga mendorong pemerintah daerah agar lebih proaktif memberikan pelayanan dan edukasi kesehatan kepada masyarakat sebagai langkah pencegahan dampak kabut asap.

Menurutnya, upaya tersebut dapat dilakukan melalui pembagian masker, penyediaan obat-obatan serta penyampaian imbauan dan edukasi mengenai cara mencegah gangguan kesehatan akibat paparan asap karhutla.

“ISPA ini berbahaya bagi pernapasan. Karena itu, kami berharap pemerintah segera memberikan pelayanan kesehatan agar masyarakat terhindar dari bahaya ISPA, bisa dengan memberikan masker, obat-obatan dan imbauan kesehatan,” katanya.

Ia menegaskan, penanganan karhutla tidak cukup hanya berfokus pada pemadaman dan pencegahan kebakaran. Perlindungan terhadap kesehatan masyarakat juga harus menjadi bagian penting dalam penanganan dampak karhutla.

“Jangan hanya terkait karhutla saja yang diimbau. Kesehatan masyarakat juga penting,” pungkas Adrianus.

Penulis: Distra

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play