Dua Srikandi KPH Mempawah Terjun Langsung Padamkan Karhutla di Sekabuk
Mempawah (Suara Kalbar) – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, menghadirkan pemandangan inspiratif.
Dua perempuan petugas Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah Mempawah, Sri Wahyuni dan Nurtika, turut turun langsung ke medan kebakaran.
Keduanya berjibaku bersama tim pemadam saat menangani titik api di Desa Sekabuk, Kecamatan Sadaniang, Senin (24/8/2026).
Dengan kondisi medan yang tidak mudah, Sri Wahyuni dan Nurtika tetap berada di garis depan membantu proses pemadaman dan pengendalian api.
Kehadiran dua Srikandi KPH Mempawah tersebut menjadi gambaran bahwa perempuan juga memiliki peran penting dalam upaya perlindungan hutan dan penanggulangan karhutla.
Aksi Sri Wahyuni dan Nurtika sekaligus menunjukkan bahwa penanganan karhutla membutuhkan keberanian, kepedulian dan kerja bersama tanpa melihat perbedaan gender.
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menyampaikan bahwa penanganan karhutla di Kalbar menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan.
Menurutnya, jumlah titik api yang sebelumnya mencapai lebih dari 2.000 titik kini telah jauh berkurang.
Kondisi tersebut tidak lepas dari pengerahan ribuan personel gabungan untuk melakukan pemadaman, pendinginan dan pencegahan meluasnya kebakaran.
“Awalnya titik api di Kalbar mencapai lebih dari 2.000 titik. Dengan penanganan yang melibatkan 4.138 personel, alhamdulillah sekarang tinggal 28 titik api,” kata Ria Norsan.
Penanganan karhutla melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, Kementerian Kehutanan hingga unsur pemerintah dan tim lainnya.
Pemerintah pusat juga memberikan dukungan tambahan dengan mengerahkan sekitar 1.200 personel TNI, disertai ratusan personel dari berbagai elemen untuk mempercepat pemadaman serta proses pendinginan di wilayah yang masih terdapat titik api.
Di tengah pengerahan kekuatan besar tersebut, aksi dua perempuan petugas KPH Mempawah di Desa Sekabuk menjadi sisi lain dari perjuangan memadamkan karhutla.
Mereka membuktikan bahwa perempuan pun mampu mengambil bagian langsung dalam menjaga hutan dan lingkungan dari ancaman kebakaran.
Penulis: Tim Liputan
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






