Dendi Triansyah Gagal ke 16 Besar, Ketegangan Jadi Penghalang Saat Kejar Poin
Pontianak (Suara Kalbar) – Tunggal putra Indonesia Dendi Triansyah harus mengakhiri kiprahnya di POLYTRON Pontianak International Challenge 2026 setelah gagal melewati babak 32 besar. Dendi dipaksa mengakui keunggulan wakil Chinese Taipei, Wei-Cheng Su, dalam pertandingan sengit dua gim.
Bertanding di Pontianak, Kamis (27/8/2026), Dendi yang menjadi unggulan kelima sempat memberikan perlawanan ketat. Namun, beberapa kesalahan sendiri dan permainan yang terburu-buru membuatnya harus menyerah dengan skor 20-22, 18-21.
Dendi menilai lawannya tampil matang sepanjang pertandingan. Wei-Cheng Su juga mampu mengandalkan permainan dari area belakang lapangan sehingga membuat Dendi harus bekerja lebih keras untuk mendapatkan angka.
“Dari keseluruhan lawan saya cukup matang, ulet dan punya pukulan bola belakangnya lumayan bagus,” kata Dendi.
Di sisi lain, Dendi mengakui permainannya sendiri belum berjalan maksimal. Keinginan untuk segera mematikan lawan justru membuatnya kehilangan sejumlah poin penting.
“Saya banyak mati sendiri dan terlalu terburu-buru untuk mematikan dia,” ujarnya.
Meski kalah, Dendi menilai strategi yang diterapkan sebenarnya sudah berada di jalur yang tepat. Ia beberapa kali mampu mengejar ketertinggalan, terutama pada penghujung gim pertama dan kedua.
Namun, ketika pertandingan memasuki fase krusial, Dendi mengaku belum mampu mengatasi ketegangan. Kondisi tersebut membuat peluang untuk membalikkan keadaan kembali terlepas.
“Secara pola yang diterapkan sebenarnya sudah benar, tadi di akhir-akhir baik gim pertama ataupun kedua sudah bisa mengejar tapi sayang ada faktor ketegangan sehingga saya gagal membalikkan keadaan,” tuturnya.
Kekalahan tersebut menjadi bahan evaluasi bagi Dendi. Ia menyadari masih ada sejumlah aspek permainan yang perlu diperkuat, terutama stamina dan konsistensi dalam menerapkan pola permainan.
“Saya harus meningkatkan stamina dan cara mainnya diteguhkan lagi. Tadi masih banyak bolong-bolongnya,” kata Dendi.
Dendi pun harus mengakhiri perjalanannya di POLYTRON Pontianak International Challenge 2026 pada babak 32 besar. Meski hasil pertandingan belum sesuai harapan, evaluasi dari laga tersebut menjadi modal penting untuk memperbaiki penampilan pada turnamen berikutnya.
Penulis: Diko Eno






