TSMC Bakal Naikkan Harga Cip hingga 10 Persen Mulai 2027, Harga iPhone hingga Laptop Terancam Ikut Melonjak
Suara Kalbar – Produsen semikonduktor terbesar di dunia, Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC), dilaporkan akan menaikkan harga cip hingga 10 persen mulai 2027. Kebijakan tersebut diperkirakan berdampak pada kenaikan harga berbagai perangkat elektronik, mulai dari smartphone, tablet, laptop, smartwatch, hingga perangkat berbasis kecerdasan buatan (AI).
Mengutip laporan Nikkei Asia, Rabu (22/7/2026), penyesuaian harga akan berlaku untuk berbagai jenis cip yang diproduksi TSMC. Sejumlah pelanggan utama perusahaan, seperti Apple, Nvidia, Qualcomm, AMD, dan Intel, diperkirakan harus menanggung biaya produksi yang lebih tinggi, yang pada akhirnya berpotensi dibebankan kepada konsumen melalui kenaikan harga produk.
Cip Berteknologi Canggih Naik hingga 10 Persen
TSMC disebut akan menaikkan harga cip yang diproduksi menggunakan teknologi manufaktur paling mutakhir (advanced nodes) sekitar 5 hingga 10 persen.
Besaran kenaikan tersebut bergantung pada jenis cip dan perusahaan pemesan. Dengan demikian, chipset yang akan digunakan pada generasi terbaru smartphone diperkirakan akan memiliki biaya produksi lebih tinggi dibandingkan sebelumnya.
Dampaknya tidak hanya akan dirasakan pada ponsel pintar, tetapi juga berbagai perangkat lain seperti tablet, laptop, jam tangan pintar, hingga perangkat AI yang mengandalkan semikonduktor berperforma tinggi.
Teknologi Produksi Lama Juga Terdampak
Kenaikan harga tidak hanya berlaku untuk cip generasi terbaru. Laporan tersebut menyebut lini produksi yang menggunakan teknologi manufaktur 12 nanometer (nm), 16 nm, dan 28 nm juga akan mengalami penyesuaian harga hingga 10 persen.
TSMC menjelaskan kebijakan tersebut dilakukan untuk mengimbangi meningkatnya biaya bahan baku, mahalnya peralatan produksi semikonduktor, serta investasi besar dalam pembangunan fasilitas manufaktur baru di luar Taiwan.
Meski penyesuaian harga dijadwalkan mulai berlaku pada awal 2027, dampaknya terhadap harga perangkat elektronik diperkirakan baru akan terasa beberapa bulan kemudian, ketika produk-produk baru mulai dipasarkan.
Apple, Intel, dan Qualcomm Mulai Kurangi Ketergantungan
Laporan Nikkei Asia juga mengungkapkan sejumlah perusahaan teknologi mulai berupaya mengurangi ketergantungan terhadap TSMC sebagai mitra manufaktur cip.
Apple, misalnya, dikabarkan tengah menjajaki kerja sama dengan Intel dan Samsung untuk mendiversifikasi produksi semikonduktornya.
Sementara itu, Intel disebut berencana memproduksi sekitar 80 hingga 90 persen compute tile untuk prosesor Nova Lake di fasilitas produksinya sendiri menggunakan proses fabrikasi 18A. Sebelumnya, sekitar 60 hingga 70 persen komponen tersebut direncanakan diproduksi oleh TSMC menggunakan teknologi N2.
Di sisi lain, Qualcomm juga dikabarkan sedang mempertimbangkan kembali penggunaan layanan manufaktur Samsung untuk memproduksi chipset Snapdragon generasi mendatang.
Harga Perangkat Elektronik Berpotensi Naik
Apabila rencana kenaikan harga TSMC benar-benar diterapkan, konsumen diperkirakan akan menghadapi harga perangkat elektronik yang lebih tinggi mulai 2027.
Produk premium seperti smartphone flagship, laptop berperforma tinggi, tablet, hingga perangkat AI diprediksi menjadi segmen yang paling terdampak karena menggunakan cip dengan teknologi manufaktur paling canggih.
Kenaikan biaya produksi semikonduktor juga berpotensi memengaruhi strategi harga para produsen elektronik global dalam beberapa tahun ke depan, seiring meningkatnya kebutuhan investasi pada industri cip dan pesatnya perkembangan teknologi AI.
Sumber: Beritasatu.com






