Raisa Rilis Lagu Baru “Cahaya Hati”, Kolaborasi Eross Candra dan Musisi Tradisional
Suara Kalbar – iForte dan Protelindo Group resmi merilis lagu terbaru berjudul “Cahaya Hati” yang dibawakan oleh Raisa dan diproduseri oleh Eross Candra. Lagu tersebut menjadi kelanjutan dari kesuksesan “Inspirasi Diri” yang dirilis pada 2024 dan mengusung pesan tentang harapan, ketangguhan, serta semangat untuk bangkit menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Lirik lagu “Cahaya Hati” ditulis oleh Silvi Liswanda, Vice President Director & Deputy CEO iForte. Karya ini lahir sebagai refleksi perjalanan hidup yang mengajak pendengar untuk terus percaya pada harapan, memperkuat semangat kolaborasi, dan meyakini bahwa setiap perjalanan memiliki rencana terbaik.
Mengusung konsep pop modern yang dipadukan dengan kekayaan budaya Nusantara, “Cahaya Hati” melibatkan sejumlah musisi lintas generasi dan disiplin.
Selain Raisa sebagai vokalis utama, lagu ini turut menghadirkan duet gitaris Eross Candra dan Joey Penny, pechanting Nusantara Yuyun Arfah, Batavia Madrigal Singers di bawah arahan konduktor Avip Priatna, pianis Elwin Hendrijanto, serta kelompok musisi tradisional yang dipimpin Dunung Basuki.
Kolaborasi tersebut semakin kaya dengan penggunaan tujuh alat musik tradisional Indonesia, yakni Fu, Sape, Siter Jawa, Kendang Jawa, Kendang Sunda, Rebab Jawa, dan Dol.
Perpaduan instrumen tradisional dengan aransemen musik pop modern menjadi identitas utama lagu “Cahaya Hati” sekaligus mempertegas semangat pelestarian budaya Indonesia yang diusung iForte dan Protelindo Group.
Melalui karya ini, perusahaan juga menegaskan komitmennya terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), khususnya dalam aspek pelestarian budaya serta pemberdayaan sumber daya kreatif lokal.
Presiden Direktur dan CEO iForte & Protelindo Group, F Aming Santoso, mengatakan pihaknya ingin terus menghadirkan karya yang relevan dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan akar budaya Indonesia.
“Lagu Cahaya Hati ini indah untuk didengarkan, dan membawa pesan tentang ketangguhan, harapan, dan juga integritas. Penggalan lirik ‘Kita bersama kuatkan, Tekad teguhkan harapan’ adalah cerminan semangat kolaborasi untuk terus memberikan yang terbaik dalam segala situasi, dan menjaga profesionalisme. Kami percaya, nilai-nilai itulah yang menjadi fondasi untuk terus bertumbuh, dan memberikan dampak baik bagi masyarakat,” ujar F Aming Santoso dalam keterangan resmi, Jumat (24/7/2026).
Sementara itu, Silvi Liswanda mengungkapkan bahwa inspirasi penulisan lirik “Cahaya Hati” berangkat dari pengalaman hidup yang penuh dinamika.
“Ada kalanya kita berada di titik terendah dalam kehidupan, di saat itulah kita semakin berserah diri, dengan apa yang ada kita berusaha bangkit dan percaya akan harapan dan rencana terbaik. Melalui Cahaya Hati ini, kita diingatkan bahwa dari masa-masa sulit itulah kita banyak belajar, positive thinking, terus semangat, saling menguatkan untuk menjadi lebih baik dan pribadi yang lebih kuat,” ujarnya.
Produser sekaligus penata musik Eross Candra menjelaskan bahwa lagu tersebut dirancang dengan nuansa emosional yang lebih kuat dibanding karya sebelumnya.
Menurutnya, perpaduan gitar, paduan suara, instrumen tradisional, dan kolaborasi para musisi lintas generasi menghasilkan karakter musik yang khas sekaligus merepresentasikan kekayaan budaya Indonesia.
“Baik lagu Cahaya Hati maupun Inspirasi Diri memiliki aransemen pop modern yang menyemangati dengan sentuhan tradisional yang memperkaya aransemen musik ini. Untuk lagu Cahaya Hati, saya membangun nuansa yang lebih emosional untuk para srikandi nusantara, terlebih karena karya ini akan dibawakan oleh Raisa sebagai Srikandi di Pagelaran Sabang Merauke-Hanya Indonesia Yang Punya ‘Hikayat Srikandi Nusantara’. Kolaborasi antara gitar, paduan suara, musik tradisional, dan para musisi lintas generasi menjadikan Cahaya Hati memiliki karakter yang kuat sekaligus merepresentasikan kekayaan musik Indonesia,” kata Eross.
Raisa mengaku “Cahaya Hati” menjadi salah satu pengalaman musikal yang berbeda sepanjang perjalanan kariernya.
Menurut penyanyi tersebut, lagu ini tidak hanya memiliki aransemen yang megah, tetapi juga menyampaikan pesan reflektif yang mampu memberikan semangat kepada para pendengarnya.
“Bagi saya, dengan aransemen yang kuat, lagu Cahaya Hati bisa membuat pendengarnya refleksi ke perjalanan kehidupan. Ketika membawakan lagu ini, saya merasa senang karena bisa turut memberi semangat, serta pengingat untuk masyarakat akan adanya harapan untuk bangkit ketika dihadapkan tantangan. Dan tentunya, saya sangat antusias membawakan lagu ini live untuk pertama kali sebagai Srikandi bersama pasukannya di Pagelaran Sabang Merauke-Hanya Indonesia Yang Punya 21-23 Agustus 2026 nanti,” ujar Raisa.
Sebagai kelanjutan dari semangat yang sama, lagu “Inspirasi Diri” yang dirilis pada 2024 juga terus memberikan dampak positif bagi generasi muda Indonesia.
Lagu tersebut mengajak masyarakat untuk terus belajar, berkolaborasi, menghargai proses kehidupan, dan melestarikan budaya Nusantara melalui berbagai kegiatan kreatif.
Hingga saat ini, video musik “Inspirasi Diri” telah ditonton lebih dari 8,5 juta kali di YouTube dan menjadi lagu tema iForte National Dance Competition Inspirasi Diri selama dua tahun berturut-turut.
Kompetisi tari berskala nasional tersebut telah diikuti oleh 654 sekolah dan 181 perguruan tinggi dari sekitar 400 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia. Selain itu, lagu tersebut juga telah ditampilkan dalam Pagelaran Sabang Merauke “Pahlawan Nusantara” dan “Hikayat Nusantara”.
Vokalis utama lagu “Inspirasi Diri”, Yura Yunita, mengaku bangga dapat menjadi bagian dari karya yang mampu menginspirasi generasi muda sekaligus memperkuat kecintaan terhadap budaya Indonesia.
“Saya bangga bisa menyanyikan lagu Inspirasi Diri karena bisa menjadi inspirasi bagi generasi muda dari Sabang sampai Merauke, bahkan telah berkembang menjadi sebuah kompetisi tari nasional bertema Nusantara, di mana para pelajar dan mahasiswa bisa berekspresi melalui tarian dan kostum. Dari sini, para generasi muda telah menjadi inspirasi dan menjadi pelestari budaya,” ujar Yura Yunita.
Sumber: Beritasatu.com






