Ponsel Lipat Makin Populer, Hindari 7 Kebiasaan Ini agar Engsel dan Layar Tetap Awet
Suara Kalbar – Popularitas ponsel lipat terus meningkat seiring hadirnya berbagai perangkat premium seperti Samsung Galaxy Z Fold 7, Google Pixel 10 Pro Fold, hingga Motorola Razr Ultra. Desain yang mampu menghadirkan layar besar dalam bodi ringkas menjadi daya tarik utama kategori smartphone ini.
Popularitasnya diperkirakan akan semakin meningkat ketika Apple merilis iPhone Fold dalam waktu mendatang. Namun, di balik teknologi canggih yang ditawarkan, harga ponsel lipat juga tergolong tinggi sehingga membutuhkan perawatan lebih dibandingkan smartphone konvensional.
Samsung Galaxy Z Fold 7, misalnya, dipasarkan mulai US$1.999 atau sekitar Rp31,9 juta, sedangkan Google Pixel 10 Pro Fold dijual sekitar US$1.899 atau setara Rp30,3 juta.
Dengan harga tersebut, pemilik perlu menjaga perangkat agar tetap awet. Berbeda dengan ponsel biasa yang cukup dilindungi casing dan tempered glass, smartphone lipat memiliki komponen tambahan berupa engsel dan layar fleksibel yang lebih sensitif terhadap tekanan, debu, maupun kebiasaan penggunaan yang kurang tepat.
Mengutip BGR, berikut tujuh kebiasaan yang sebaiknya dihindari agar ponsel lipat tetap dalam kondisi prima.
1. Meletakkan Ponsel di Permukaan yang Kotor
Engsel merupakan komponen paling vital pada ponsel lipat. Meski dirancang mampu bertahan hingga ratusan ribu kali lipatan, mekanisme tersebut tetap rentan terhadap debu, pasir, dan butiran tanah.
Partikel kecil yang masuk ke dalam engsel dapat membuat proses membuka dan menutup terasa berat, muncul bunyi berderit, bahkan mempercepat kerusakan komponen internal.
Jika menemukan debu pada area engsel, hindari melipat perangkat berulang kali. Bersihkan menggunakan sikat berbulu halus, kemudian segera bawa ke pusat layanan resmi apabila masalah tidak kunjung hilang.
2. Menekan Layar Terlalu Keras
Layar utama ponsel lipat menggunakan material kaca ultra tipis yang dipadukan dengan lapisan fleksibel sehingga lebih lunak dibandingkan layar smartphone biasa.
Menekan layar menggunakan kuku, ujung pena, kunci, maupun benda keras lainnya berisiko meninggalkan bekas permanen. Kerusakan pada panel fleksibel juga memerlukan biaya perbaikan yang jauh lebih mahal dibandingkan layar smartphone konvensional.
3. Membuka dan Menutup Ponsel dengan Gerakan Menjentik
Kebiasaan membuka ponsel flip klasik menggunakan hentakan pergelangan tangan sebaiknya tidak dilakukan pada smartphone lipat modern.
Gerakan tersebut memberikan tekanan besar pada engsel dan layar fleksibel sehingga mempercepat keausan komponen. Cara terbaik adalah membuka dan menutup perangkat secara perlahan menggunakan kedua tangan agar beban pada engsel tetap merata.
4. Terlalu Sering Melipat Ponsel Tanpa Keperluan
Banyak pengguna baru merasa penasaran dengan mekanisme lipatan sehingga berulang kali membuka dan menutup perangkat hanya untuk mencoba sensasinya.
Meski engsel dirancang sangat kuat, kebiasaan tersebut tetap mempercepat keausan dalam jangka panjang. Pengujian ekstrem bahkan menunjukkan Samsung Galaxy Z Fold 7 mulai mengalami gangguan setelah puluhan ribu kali lipatan, meski layarnya masih tetap berfungsi dengan baik.
Karena itu, sebaiknya buka perangkat hanya ketika memang diperlukan.
5. Membawa Ponsel Terbuka Menggunakan Satu Tangan
Saat dibuka, smartphone lipat bergaya buku memiliki layar hampir delapan inci sehingga lebih sulit digenggam dibandingkan ponsel biasa.
Memegang perangkat hanya pada satu sisi membuat distribusi beban tidak seimbang dan meningkatkan risiko terjatuh maupun memberikan tekanan tambahan pada engsel.
Jika memang harus mengoperasikannya dengan satu tangan, gunakan aksesori seperti ring holder, phone grip, atau casing bertali agar pegangan lebih aman.
6. Menutup Ponsel Saat Ada Benda di Atas Layar
Kesalahan yang sering terjadi adalah langsung melipat perangkat ketika masih terdapat debu, pasir, remah makanan, kabel, kartu, maupun benda kecil lainnya di atas layar.
Saat ponsel ditutup, benda tersebut akan terjepit di antara dua sisi layar sehingga dapat menimbulkan bekas permanen, merusak lapisan pelindung, memicu piksel mati, bahkan menyebabkan retakan pada panel OLED.
Biasakan memeriksa layar terlebih dahulu sebelum menutup perangkat.
7. Mengabaikan Suara atau Gerakan Engsel yang Tidak Normal
Perubahan pada mekanisme engsel sebaiknya tidak dianggap sepele. Bunyi berderit, gerakan yang terasa lebih berat, atau sensasi seret saat membuka dan menutup perangkat bisa menjadi tanda awal adanya gangguan.
Penyebabnya dapat berupa debu yang masuk, keausan komponen, maupun kerusakan internal. Memaksakan penggunaan justru berisiko memperparah kerusakan hingga memengaruhi layar fleksibel.
Apabila gejala tersebut muncul, segera hentikan penggunaan yang tidak perlu dan lakukan pemeriksaan di pusat servis resmi agar kerusakan tidak berkembang menjadi lebih serius.
Dengan menghindari kebiasaan-kebiasaan tersebut, umur pakai ponsel lipat dapat menjadi lebih panjang. Perawatan sederhana sejak dini juga dapat membantu mencegah biaya perbaikan yang tinggi sekaligus menjaga performa perangkat tetap optimal.
Sumber: Beritasatu.com






