MPLS Cerlang Libatkan Orang Tua, Perkuat Sinergi Pendidikan Sejak Hari Pertama
Pontianak (Suara Kalbar) – Sekolah Alam Terpadu Cerlang Pontianak menghadirkan konsep berbeda dalam pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027. Tidak hanya diikuti peserta didik baru, kegiatan ini juga melibatkan orang tua secara aktif sebagai bagian dari proses membangun kolaborasi antara keluarga dan sekolah.
Kegiatan yang berlangsung pada Minggu (19/7/2026) pagi itu diawali dengan perkenalan antara guru, orang tua, dan peserta didik. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan langsung terasa sejak awal kegiatan, ketika seluruh peserta saling mengenal tanpa membedakan jenjang pendidikan.
Usai sesi perkenalan, para peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok. Para ayah mendapat tugas memasak makan siang bersama menggunakan bahan makanan yang dibawa masing-masing anak dari rumah. Sementara itu, para ibu menyiapkan perlengkapan belajar di ruang kelas, mulai dari menata buku, alat tulis hingga kebutuhan belajar lainnya agar siap digunakan saat proses pembelajaran dimulai.
Di sisi lain, anak-anak diberikan kesempatan bermain, berinteraksi, dan mengekspresikan kreativitasnya bersama teman-teman baru dalam suasana yang menyenangkan.
Kebersamaan semakin terasa saat seluruh peserta menikmati makan siang saprahan bersama. Hidangan sederhana hasil olahan para ayah, seperti telur goreng, tahu, tempe, dan tumis sayuran, disantap bersama oleh guru, orang tua, dan siswa. Anak-anak dari jenjang PAUD, TK hingga SD turut berpartisipasi dengan menyiapkan buah-buahan sebagai hidangan penutup.
Pendiri Sekolah Alam Terpadu Cerlang, Sri Wartati, mengatakan konsep MPLS tersebut sengaja dirancang agar orang tua tidak hanya mengantar anak ke sekolah, tetapi juga memahami budaya, nilai, dan sistem pendidikan yang diterapkan di Cerlang.
“Di Cerlang, MPLS tidak hanya diperuntukkan bagi anak. Justru sebagian besar kegiatannya melibatkan orang tua. Selain memperkenalkan program sekolah, kegiatan ini juga menjadi sarana silaturahmi agar para orang tua saling mengenal,” ujarnya.
Menurut Sri, keterlibatan keluarga merupakan salah satu fondasi utama dalam pendidikan anak. Sekolah hanya berperan sebagai mitra yang mendampingi proses pendidikan yang telah dimulai di lingkungan keluarga.
“Guru pertama dan utama bagi anak adalah orang tua dan keluarganya. Sekolah berperan sebagai mitra yang membantu proses pendidikan tersebut. Karena itu, kami mendorong orang tua untuk terlibat dalam setiap tahapan perkembangan anak,” katanya.
Ia menambahkan, anak menghabiskan lebih banyak waktu bersama keluarga dibandingkan di sekolah. Oleh karena itu, rumah memiliki peran penting dalam membentuk karakter, kebiasaan, dan nilai-nilai kehidupan yang akan dibawa anak hingga dewasa.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan arus informasi, Sri menilai kehadiran orang tua menjadi semakin penting sebagai tempat anak mendapatkan bimbingan dan rasa aman.
“Rumah harus tetap menjadi tempat anak kembali, sedangkan orang tua menjadi pegangan utamanya. Di tengah arus teknologi dan informasi yang begitu cepat, anak membutuhkan jangkar yang kokoh. Tanpa keterlibatan orang tua, anak akan lebih mudah terbawa berbagai pengaruh dari luar,” pungkasnya.
Melalui konsep MPLS yang mengedepankan kebersamaan dan kolaborasi ini, Sekolah Alam Terpadu Cerlang berharap terbangun sinergi yang kuat antara guru, orang tua, dan peserta didik, sehingga proses pendidikan dapat berjalan lebih optimal sejak hari pertama sekolah.
Penulis: Fajar






