SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Otomotif Mengapa Ban Mobil Listrik Lebih Cepat Aus saat Musim Kemarau?

Mengapa Ban Mobil Listrik Lebih Cepat Aus saat Musim Kemarau?

Ilustrasi ban mobil listrik. (ChatGPT/Beritasatu.com)

Suara Kalbar – Banyak pemilik mobil listrik mendapati ban kendaraannya harus diganti lebih cepat dari perkiraan. Kondisi ini kerap terasa pada musim kemarau ketika suhu permukaan jalan meningkat dan penggunaan kendaraan cenderung lebih intensif. Fenomena tersebut bukan disebabkan oleh cacat produksi, melainkan berkaitan dengan karakteristik teknis mobil listrik itu sendiri.

Mengacu pada Recharged, laju keausan ban mobil listrik rata-rata sekitar 20 persen lebih tinggi dibandingkan mobil bermesin bensin dengan ukuran setara. Bobot kendaraan yang lebih besar akibat penggunaan baterai berkapasitas tinggi membuat setiap ban menerima beban tambahan, terlebih saat melaju di atas aspal yang panas.

Selain itu, torsi instan yang menjadi keunggulan mobil listrik menuntut ban mencengkeram permukaan jalan lebih kuat. Gesekan mikro yang terjadi secara terus-menerus saat akselerasi secara bertahap mengikis tapak ban. Kebiasaan melakukan akselerasi penuh akan semakin memperpendek usia pakai ban, khususnya pada roda penggerak.

Suhu aspal yang tinggi pada musim kemarau juga mempercepat abrasi. Panas membuat kompon karet menjadi lebih lunak sehingga lebih mudah terkikis. Pada mobil listrik yang umumnya berbobot lebih berat, akumulasi panas di dalam ban pun meningkat dan mempercepat keausan.

Teknologi pengereman regeneratif turut memengaruhi pola keausan. Pada banyak model berpenggerak roda depan, ban depan menerima beban pengereman yang lebih besar sehingga cenderung aus lebih cepat dan tidak merata, terutama pada kendaraan yang mengandalkan fitur one-pedal driving.

Di sisi lain, sebagian besar mobil listrik menggunakan ban berhambatan gulir rendah demi meningkatkan efisiensi energi. Meski membantu memperpanjang jarak tempuh, kompon karet pada ban jenis ini dapat lebih rentan mengalami degradasi saat terpapar suhu jalan yang tinggi.

Faktor yang tak kalah penting adalah gaya berkendara. Akselerasi agresif, kecepatan tinggi, serta pengereman mendadak terbukti mempercepat pengikisan ban. Sebaliknya, berkendara secara halus dan konsisten dapat membantu memperpanjang usia pakai ban secara signifikan.

Pemilik mobil listrik dianjurkan memeriksa kondisi ban secara berkala. Keausan yang tidak merata dapat menjadi tanda adanya masalah teknis yang perlu segera ditangani. Dengan perawatan rutin dan kebiasaan berkendara yang baik, umur ban mobil listrik dapat dioptimalkan meski secara alami cenderung lebih cepat aus dibandingkan kendaraan konvensional.

Sumber: Beritasatu.com

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play