SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Lifestyle Jangan Sepelekan Asam Urat, Kadar Tinggi Bisa Memicu Batu Ginjal

Jangan Sepelekan Asam Urat, Kadar Tinggi Bisa Memicu Batu Ginjal

Ilustrasi asam urat. (ChatGPT/Beritasatu.com)

Suara Kalbar – Asam urat selama ini identik dengan nyeri dan pembengkakan pada persendian, terutama di area jempol kaki. Namun, tidak banyak yang menyadari bahwa kadar asam urat yang terus tinggi juga dapat mengganggu fungsi organ lain, termasuk ginjal.

Jika tidak dikendalikan, penumpukan asam urat dalam tubuh berisiko memicu terbentuknya batu ginjal. Kondisi ini terjadi ketika kristal asam urat mengendap di saluran kemih, kemudian membesar hingga membentuk batu yang dapat menghambat aliran urine dan mengganggu kerja ginjal.

Karena itu, penderita asam urat tidak hanya perlu menjaga kesehatan sendi, tetapi juga memperhatikan kondisi ginjal agar terhindar dari komplikasi yang lebih serius.

Bagaimana Asam Urat Bisa Menyebabkan Batu Ginjal?

Ginjal berfungsi menyaring darah dan membuang zat sisa metabolisme, termasuk asam urat, melalui urine.

Masalah muncul ketika kadar asam urat dalam darah terlalu tinggi atau dikenal sebagai hiperurisemia. Saat jumlahnya melebihi kemampuan ginjal untuk membuangnya, urine menjadi terlalu jenuh oleh asam urat.

Dalam kondisi urine yang bersifat sangat asam, asam urat menjadi lebih sulit larut. Akibatnya, senyawa tersebut mulai membentuk kristal-kristal kecil yang lama-kelamaan saling menempel, mengeras, dan berkembang menjadi batu ginjal jenis uric acid stones atau batu ginjal asam urat.

Risiko Batu Ginjal pada Penderita Asam Urat

Hubungan antara asam urat dan batu ginjal telah dibuktikan melalui berbagai penelitian medis.

Data dari National Kidney Foundation menunjukkan sekitar satu dari sepuluh penderita asam urat berisiko mengalami batu ginjal di kemudian hari.

Batu ginjal akibat asam urat memiliki karakteristik berbeda dengan batu ginjal yang terbentuk dari kalsium. Batu jenis ini tidak mudah terlihat pada pemeriksaan rontgen biasa karena bersifat radiolusen atau tembus terhadap sinar-X.

Oleh sebab itu, dokter umumnya memerlukan pemeriksaan lanjutan seperti ultrasonografi (USG) atau CT scan untuk memastikan diagnosis.

Gejala Batu Ginjal yang Perlu Diwaspadai

Penderita asam urat perlu mengenali tanda-tanda yang dapat mengindikasikan terbentuknya batu ginjal, terutama jika kristal mulai menyumbat saluran kemih.

Beberapa gejala yang sering muncul antara lain:

  • Nyeri hebat di punggung bagian bawah atau pinggang yang datang dan pergi.
  • Rasa sakit menjalar ke perut bawah hingga selangkangan.
  • Nyeri atau sensasi terbakar saat buang air kecil.
  • Urine tampak keruh, kemerahan karena bercampur darah, atau berbau lebih menyengat.
  • Frekuensi buang air kecil meningkat, tetapi jumlah urine yang keluar sedikit.

Apabila mengalami gejala tersebut, terutama disertai riwayat kadar asam urat tinggi, segera lakukan pemeriksaan ke dokter agar penyebabnya dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin.

Cara Mencegah Batu Ginjal Akibat Asam Urat

Komplikasi berupa batu ginjal sebenarnya dapat dicegah apabila kadar asam urat dikendalikan sejak awal.

Berikut beberapa langkah yang disarankan:

1. Perbanyak minum air putih

Mengonsumsi sekitar 2,5 hingga 3 liter air putih setiap hari membantu mengencerkan kadar asam urat dalam urine sehingga mengurangi risiko terbentuknya kristal.

2. Batasi makanan tinggi purin

Kurangi konsumsi jeroan, daging merah, serta makanan laut tertentu yang diketahui memiliki kandungan purin tinggi karena dapat meningkatkan produksi asam urat.

3. Hindari minuman tinggi fruktosa

Minuman bersoda, minuman kemasan, dan minuman manis dengan sirup jagung tinggi fruktosa dapat meningkatkan kadar asam urat sehingga sebaiknya dibatasi.

4. Jaga berat badan tetap ideal

Kelebihan berat badan dapat meningkatkan produksi asam urat sekaligus memperberat kerja ginjal dalam membuang zat tersebut dari tubuh.

5. Jalani pengobatan sesuai anjuran dokter

Apabila perubahan gaya hidup belum mampu mengontrol kadar asam urat, dokter dapat meresepkan obat seperti allopurinol untuk menurunkan produksi asam urat.

Pada kondisi tertentu, dokter juga dapat memberikan obat golongan alkalinizing agent, seperti kalium sitrat, untuk meningkatkan pH urine sehingga asam urat lebih mudah larut dan tidak membentuk kristal.

Jangan Anggap Remeh Asam Urat

Asam urat bukan sekadar penyebab nyeri sendi. Kadar asam urat yang terus meningkat dapat menjadi pemicu berbagai komplikasi, termasuk batu ginjal yang berpotensi mengganggu fungsi organ tersebut.

Menjaga pola makan, mencukupi kebutuhan cairan, mempertahankan berat badan ideal, rutin berolahraga, serta mengikuti pengobatan sesuai anjuran dokter merupakan langkah penting untuk mengendalikan kadar asam urat sekaligus melindungi kesehatan ginjal dalam jangka panjang.

Sumber: Beritasatu.com

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play