Ferrari Luncurkan 12Cilindri Manuale, Mobil Sport V12 Transmisi Manual Edisi Terbatas
Suara Kalbar – Ferrari kembali memanjakan pecinta mobil sport bermesin konvensional dengan menghadirkan 12Cilindri Manuale, model edisi terbatas yang mengusung mesin V12 dan transmisi manual. Kehadiran mobil ini dinilai sebagai upaya Ferrari mempertahankan karakter khasnya di tengah transisi menuju era elektrifikasi.
Mengutip Reuters, Minggu (5/7/2026), Ferrari 12Cilindri Manuale dikembangkan dari model 12Cilindri yang pertama kali diperkenalkan pada 2024. Berbeda dari versi sebelumnya, mobil ini dibekali teknologi manuale by-wire, sebuah sistem yang dirancang menghadirkan sensasi perpindahan gigi layaknya transmisi manual melalui tuas persneling, namun tetap memanfaatkan teknologi modern berbasis transmisi kopling ganda.
Ferrari hanya akan memproduksi 1.499 unit mobil ini untuk pasar global. Di Italia, 12Cilindri Manuale dipasarkan mulai 590.000 euro, atau setara sekitar US$672.000 atau sekitar Rp12 miliar. Pengiriman perdana kepada pelanggan dijadwalkan dimulai pada kuartal pertama 2027.
Peluncuran model tersebut berlangsung hanya beberapa pekan setelah Ferrari memperkenalkan Luce, mobil listrik murni pertama dalam sejarah perusahaan. Meski menjadi tonggak penting bagi Ferrari, kehadiran Luce memunculkan beragam tanggapan dari para penggemar.
Sebagian penggemar menilai mobil listrik belum mampu menggantikan pengalaman berkendara khas Ferrari, terutama suara mesin, karakter mesin pembakaran internal, serta sensasi mengoperasikan mobil sport secara tradisional.
Melalui 12Cilindri Manuale, Ferrari kembali menegaskan identitasnya sebagai produsen mobil performa tinggi bermesin pembakaran internal. Mobil grand tourer bermesin depan ini dibekali mesin V12 naturally aspirated 6,5 liter yang mampu menghasilkan tenaga hingga 830 horsepower (hp).
Ferrari menjelaskan bahwa konsep pengembangan mobil ini berfokus pada keterlibatan penuh pengemudi. Hubungan antara pengemudi, sistem mekanis, dan kendali kendaraan menjadi elemen utama yang ingin dihadirkan dalam pengalaman berkendara.
Meski terus mengembangkan kendaraan elektrifikasi, Ferrari memastikan mesin pembakaran internal masih akan menjadi bagian penting dari strategi bisnis perusahaan dalam beberapa tahun ke depan. Saat ini, jajaran produk Ferrari masih didominasi model bermesin bensin dan hybrid, termasuk Purosangue serta berbagai model V12 lainnya.
Berdasarkan peta jalan bisnis perusahaan, Ferrari memperkirakan mobil listrik hanya akan menyumbang sekitar 20 persen dari total portofolio produknya pada 2030. Sementara sekitar 80 persen sisanya akan terbagi seimbang antara kendaraan bermesin bensin dan model hybrid.
Sumber: Beritasatu.com






