SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Lifestyle Asam Urat Kambuh Tengah Malam? Ini 7 Pertolongan Pertama yang Bisa Dilakukan di Rumah

Asam Urat Kambuh Tengah Malam? Ini 7 Pertolongan Pertama yang Bisa Dilakukan di Rumah

Ilustrasi minum air putih. (Magnific/Istimewa)

Suara Kalbar – Serangan asam urat sering datang tanpa peringatan dan kerap terjadi saat penderitanya sedang tertidur. Tidak sedikit orang yang terbangun pada tengah malam karena merasakan nyeri hebat di jempol kaki, pergelangan kaki, lutut, atau sendi lainnya.

Sendi yang mengalami serangan biasanya tampak bengkak, kemerahan, terasa panas, dan sangat sensitif. Bahkan, sentuhan ringan dari selimut pun dapat memicu rasa sakit yang luar biasa.

Serangan asam urat akut (gout attack) memang lebih sering muncul pada malam hingga dini hari. Kondisi ini diduga berkaitan dengan turunnya suhu tubuh saat tidur serta meningkatnya risiko dehidrasi, sehingga kristal asam urat lebih mudah mengendap di persendian dan memicu peradangan.

Meski terasa sangat menyiksa, penderita tidak perlu panik. Penanganan awal yang tepat dapat membantu mengurangi rasa nyeri sebelum mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan dari tenaga medis.

Berikut tujuh langkah pertolongan pertama yang dapat dilakukan ketika asam urat kambuh.

1. Kompres Dingin pada Sendi yang Nyeri

Tempelkan kompres dingin atau kantong es yang telah dibungkus kain tipis pada sendi yang meradang selama sekitar 15–20 menit.

Kompres dingin membantu menyempitkan pembuluh darah, mengurangi pembengkakan, serta memberikan efek baal sementara sehingga rasa nyeri menjadi lebih ringan.

Hindari menempelkan es langsung ke kulit karena dapat menyebabkan iritasi atau cedera akibat suhu yang terlalu dingin.

2. Istirahatkan dan Tinggikan Posisi Sendi

Saat serangan terjadi, kurangi aktivitas dan hindari memberikan beban pada sendi yang sedang meradang.

Jika nyeri terjadi pada kaki, sangga menggunakan satu atau dua bantal hingga posisinya sedikit lebih tinggi dari jantung. Cara ini membantu mengurangi pembengkakan dengan memperlancar aliran balik darah.

3. Konsumsi Obat Pereda Nyeri Sesuai Anjuran

Bila memiliki obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) di rumah dan tidak memiliki kondisi yang melarang penggunaannya, obat seperti ibuprofen atau naproxen dapat membantu mengurangi nyeri dan peradangan.

Sebaliknya, hindari mengonsumsi aspirin saat serangan asam urat sedang berlangsung karena dapat memengaruhi kadar asam urat dan berpotensi memperpanjang serangan.

Pastikan penggunaan obat sesuai petunjuk dokter atau aturan yang tertera pada kemasan.

4. Perbanyak Minum Air Putih

Segera minum satu hingga dua gelas air putih ketika serangan terjadi, terutama jika baru terbangun dari tidur.

Asupan cairan yang cukup membantu ginjal membuang kelebihan asam urat melalui urine sehingga dapat mengurangi konsentrasi asam urat dalam darah.

Menjaga tubuh tetap terhidrasi juga membantu mencegah terbentuknya kristal asam urat yang lebih banyak di dalam sendi.

5. Hindari Tekanan pada Sendi yang Bengkak

Saat mengalami serangan akut, usahakan tidak ada tekanan pada bagian sendi yang terasa nyeri.

Lepaskan kaus kaki atau pakaian yang terlalu ketat. Bila perlu, atur posisi selimut agar tidak menyentuh area yang mengalami pembengkakan karena gesekan ringan sekalipun dapat memicu rasa sakit.

6. Jangan Memijat atau Mengurut Sendi

Memijat sendi yang sedang mengalami serangan asam urat merupakan kesalahan yang sebaiknya dihindari.

Kristal asam urat berbentuk seperti jarum-jarum mikroskopis. Tekanan akibat pijatan dapat memperparah gesekan pada jaringan sendi sehingga peradangan dan nyeri menjadi semakin berat.

7. Segera Periksakan Diri ke Dokter

Meskipun nyeri mulai berkurang, penderita tetap dianjurkan berkonsultasi dengan dokter untuk memeriksa kadar asam urat dan menentukan terapi yang sesuai.

Pengobatan jangka panjang bertujuan menjaga kadar asam urat tetap terkendali sehingga serangan tidak mudah kambuh dan risiko kerusakan sendi dapat dicegah.

Jangan Abaikan Serangan Asam Urat

Serangan asam urat memang dapat muncul secara tiba-tiba dan menimbulkan nyeri yang sangat hebat. Namun, penanganan awal yang tepat dapat membantu meredakan gejala hingga penderita memperoleh penanganan medis.

Selain mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter, menjaga pola makan, memperbanyak minum air putih, mempertahankan berat badan ideal, serta rutin berolahraga juga menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko kambuhnya asam urat di kemudian hari.

Sumber: Beritasatu.com

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play