Jangan Anggap Sepele Vertigo Mendadak, Bisa Jadi Tanda Awal Stroke
Suara Kalbar – Stroke tidak selalu diawali dengan gejala yang mudah dikenali. Dalam banyak kasus, tanda-tanda awal justru sering luput dari perhatian sehingga penderita terlambat mendapatkan penanganan medis dan kondisi penyakit berkembang menjadi lebih serius.
Dokter Spesialis Saraf Konsultan Neurokritikal dan Intensif, dr. Ramdinal Aviesena Zairinal, mengatakan salah satu gejala stroke yang kerap tidak disadari masyarakat adalah vertigo atau sensasi pusing berputar yang muncul secara mendadak.
Dokter yang akrab disapa dr. Sena itu menjelaskan bahwa vertigo memang umumnya berkaitan dengan gangguan pada sistem keseimbangan tubuh. Namun, dalam kondisi tertentu, keluhan tersebut juga dapat menjadi sinyal adanya gangguan aliran darah menuju otak yang berpotensi mengarah pada stroke.
“Kadang ada gejala yang sulit dikenali atau tidak disadari oleh pasien. Salah satu yang cukup sering adalah vertigo,” ujar dr. Sena.
Ia menegaskan bahwa tidak semua kasus vertigo berkaitan dengan stroke. Meski demikian, gejala tersebut perlu diwaspadai terutama jika dialami oleh seseorang yang memiliki faktor risiko penyakit pembuluh darah.
“Bukan berarti setiap vertigo adalah stroke. Namun, ketika seseorang memiliki faktor risiko tertentu lalu tiba-tiba mengalami pusing berputar, kondisi itu perlu dipertimbangkan sebagai salah satu kemungkinan gejala stroke,” jelasnya di Jakarta, seperti dikutip dari Antara, Sabtu (20/6/2026).
Stroke sendiri terjadi akibat terganggunya aliran darah ke otak karena adanya masalah pada pembuluh darah. Karena itu, masyarakat yang memiliki riwayat faktor risiko penyakit vaskular disarankan lebih waspada ketika mengalami gejala yang muncul secara mendadak.
Selain vertigo, gangguan penglihatan juga menjadi salah satu tanda stroke yang sering diabaikan. Gejalanya dapat berupa lapang pandang yang menyempit, penglihatan kabur, pandangan tiba-tiba gelap, hingga kesulitan melihat secara jelas.
Menurut dr. Sena, banyak orang menganggap keluhan tersebut hanya akibat kelelahan atau pusing biasa sehingga tidak segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.
“Kadang orang mengira itu hanya pusing biasa atau karena kelelahan, sehingga terlambat mendapatkan penanganan medis,” katanya.
Dalam dunia medis, stroke termasuk penyakit vaskular yang menyerang pembuluh darah. Salah satu ciri khas penyakit ini adalah gejalanya muncul secara tiba-tiba. Seseorang yang sebelumnya tampak sehat dapat mendadak mengalami gangguan neurologis tanpa peringatan yang jelas.
Untuk membantu masyarakat mengenali stroke lebih cepat, dikenal metode internasional FAST atau Face, Arm, Speech, Time. Metode ini menekankan pentingnya memperhatikan perubahan pada wajah, kelemahan pada lengan, gangguan bicara, serta segera mencari pertolongan medis ketika gejala muncul.
Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain senyum yang tampak tidak simetris, kelemahan mendadak pada salah satu sisi tubuh, bicara pelo atau tidak jelas, rasa kebas di salah satu sisi tubuh, gangguan penglihatan yang muncul tiba-tiba, hingga sakit kepala hebat yang datang secara mendadak.
Dr. Sena menambahkan, salah satu gejala stroke yang paling sering ditemukan adalah berkurangnya kemampuan otot pada satu sisi wajah sehingga ekspresi wajah tampak tidak normal.
“Kalau tiba-tiba satu sisi wajah tidak aktif atau ekspresinya berkurang, itu bisa menjadi tanda stroke. Jika kondisi tersebut muncul mendadak, segera cari pertolongan medis dan datang ke rumah sakit,” pungkasnya.
Sumber: Beritasatu.com






