SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Kalbar Wagub Kalbar Lepas Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026, Perkuat Kedaulatan Ekonomi di Wilayah 3T

Wagub Kalbar Lepas Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026, Perkuat Kedaulatan Ekonomi di Wilayah 3T

Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, secara resmi menghadiri dan melepas kegiatan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) Tahun 2026 yang digelar di Satuan Kapal Patroli (Satrol) Koarmada XII, Jalan Komodor Yos Sudarso, Selasa (5/5/2026). SUARAKALBAR.CO.ID/HO-Adpim

Pontianak (Suara Kalbar) – Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, secara resmi menghadiri dan melepas kegiatan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) Tahun 2026 yang digelar di Satuan Kapal Patroli (Satrol) Koarmada XII, Jalan Komodor Yos Sudarso, Selasa (5/5/2026).

Kegiatan Ekspedisi Rupiah Berdaulat merupakan bentuk sinergi antara Bank Indonesia dan TNI Angkatan Laut dalam mendukung distribusi uang Rupiah ke seluruh wilayah Indonesia, khususnya daerah Terdepan, Terluar, dan Terpencil (3T). Kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam menjawab tantangan geografis Indonesia sebagai negara kepulauan dengan keterbatasan akses dan infrastruktur.

Dalam sambutannya, Wagub menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut, sekaligus menegaskan pentingnya kehadiran negara hingga ke wilayah perbatasan.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, saya mengucapkan selamat dan sukses atas terselenggaranya kegiatan ini. Kalimantan Barat memiliki banyak wilayah 3T, tidak hanya di kawasan pesisir, tetapi juga di daratan, khususnya di garis perbatasan yang masih memerlukan perhatian serius,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa kehadiran Rupiah di tengah masyarakat tidak hanya berdampak pada aktivitas ekonomi, tetapi juga memperkuat rasa kebangsaan dan kedaulatan negara.

“Rupiah adalah simbol kedaulatan bangsa. Kehadirannya harus dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat tanpa terkecuali, termasuk di wilayah perbatasan dan terpencil,” tegasnya.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan ERB, serta berharap distribusi Rupiah tidak hanya menjangkau wilayah kepulauan, tetapi juga kawasan perbatasan darat.

“Kami tidak hanya mendukung, tetapi juga memohon dukungan agar distribusi Rupiah dapat menjangkau seluruh wilayah, termasuk garis batas negara,” tambahnya.

Melalui kolaborasi ini, Bank Indonesia dan TNI Angkatan Laut berada dalam satu garis perjuangan menjaga kedaulatan negara. TNI AL berperan dalam menjaga keamanan laut dan keutuhan wilayah NKRI, sementara Bank Indonesia memastikan ketersediaan Rupiah sebagai simbol dan alat pemersatu ekonomi bangsa.

Sementara itu, Deputi Gubernur Bank Indonesia, Ricky Perdana Gozali, mengungkapkan bahwa Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 akan menyasar lima pulau di wilayah Kalimantan Barat, yakni Pulau Karimata, Pulau Maya, Pulau Cempedak, Pulau Pelapis, dan Pulau Padang Tikar.

“Sebanyak lima pulau ini menjadi fokus distribusi Rupiah. Kegiatan ini melibatkan Bank Indonesia, perbankan, serta didukung penuh pengamanan oleh TNI Angkatan Laut,” jelasnya.

Ia menambahkan, nilai uang yang dibawa dalam ekspedisi tahun ini mencapai Rp15,6 miliar, meningkat sekitar 16 persen dibandingkan tahun sebelumnya, seiring pertumbuhan ekonomi dan meningkatnya kebutuhan masyarakat.

“Diharapkan kehadiran Rupiah dapat semakin memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah Kalimantan Barat,” pungkasnya.

Penulis: Layli/r

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play