SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Teknologi TikTok Luncurkan Paket Bebas Iklan di Inggris, Berapa Biayanya?

TikTok Luncurkan Paket Bebas Iklan di Inggris, Berapa Biayanya?

Ilustrasi TikTok. (Unsplash/Jonathan Kemper)

Suara Kalbar – TikTok resmi memperkenalkan paket berlangganan bebas iklan di Inggris. Layanan ini ditujukan bagi pengguna yang ingin menikmati pengalaman menonton video tanpa gangguan iklan sekaligus memiliki kontrol lebih besar terhadap penggunaan data pribadi mereka.

Paket berlangganan tersebut dibanderol sebesar 3,99 pound sterling per bulan atau sekitar Rp 95.000 dan akan tersedia dalam beberapa bulan mendatang untuk pengguna berusia 18 tahun ke atas di Inggris.

Melalui layanan ini, pengguna yang berlangganan tidak lagi melihat iklan di dalam aplikasi TikTok. Selain itu, data pengguna juga tidak akan digunakan untuk kepentingan periklanan maupun personalisasi iklan.

Meski demikian, TikTok tetap menyediakan opsi gratis seperti biasa. Pengguna yang tidak berlangganan masih dapat memakai platform dengan tampilan iklan yang dipersonalisasi sesuai aktivitas dan minat mereka.

TikTok Sebut Pengguna Punya Kendali Lebih Besar

Dikutip dari TechCrunch, Selasa (12/5/2026), Direktur Pelaksana TikTok Inggris Kris Boger mengatakan kehadiran paket bebas iklan ini menjadi bagian dari upaya perusahaan memberikan pilihan lebih luas kepada pengguna.

Menurutnya, pertumbuhan bisnis dan kenyamanan komunitas pengguna dapat berjalan beriringan di platform TikTok. Ia menjelaskan sistem periklanan TikTok selama ini membantu banyak bisnis di Inggris menjangkau pelanggan baru, meningkatkan penjualan, hingga membuka lapangan pekerjaan.

Namun di sisi lain, perusahaan juga ingin memberi opsi bagi pengguna yang menginginkan pengalaman tanpa iklan dan perlindungan data lebih baik.

Terkait Aturan GDPR di Inggris

Peluncuran paket bebas iklan TikTok ini disebut berkaitan erat dengan regulasi perlindungan data di Inggris dan Eropa, khususnya aturan General Data Protection Regulation atau GDPR.

Aturan tersebut membatasi perusahaan teknologi dalam mengumpulkan dan menggunakan data pribadi pengguna untuk kebutuhan iklan tanpa persetujuan yang jelas dari pengguna.

Oleh karena itu, sejumlah platform media sosial mulai menawarkan model langganan bebas iklan sebagai alternatif bagi pengguna yang tidak ingin datanya dipakai untuk kepentingan pemasaran digital.

TikTok sebenarnya telah mulai menguji layanan bebas iklan ini sejak 2023. Namun hingga kini belum diketahui apakah fitur serupa akan diperluas ke Indonesia maupun negara lainnya.

Platform Media Sosial Lain yang Punya Paket Bebas Iklan

Bukan hanya TikTok, beberapa platform media sosial dan layanan digital lain juga sudah lebih dahulu menghadirkan paket berlangganan tanpa iklan.

1. Facebook dan Instagram

Meta menghadirkan paket bebas iklan untuk pengguna Facebook dan Instagram di wilayah Eropa dan Inggris. Paket ini memungkinkan pengguna menikmati kedua platform tanpa iklan sekaligus mencegah data mereka dipakai untuk personalisasi iklan.

Biaya langganannya bervariasi tergantung perangkat yang digunakan. Untuk pengguna web, tarifnya mulai sekitar 9,99 pound sterling per bulan, sedangkan melalui aplikasi iOS dan Android bisa lebih mahal karena biaya tambahan dari toko aplikasi.

Keunggulan paket ini, antara lain bebas iklan di Facebook dan Instagram, data pengguna tidak dipakai untuk iklan personal, pengalaman menggunakan aplikasi lebih nyaman, serta mendukung kepatuhan Meta terhadap regulasi GDPR.

2. X Premium

X atau yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter juga menyediakan layanan berbayar bernama X Premium. Harga paketnya berbeda-beda di setiap negara.

Secara global, biaya langganan mulai sekitar US$ 3 hingga US$ 16 per bulan tergantung fitur yang dipilih. Keunggulan X Premium, meliputi pengurangan atau penghapusan iklan, akses fitur edit postingan, unggahan video lebih panjang, prioritas ranking komentar dan postingan, serta centang verifikasi akun.

3. Snapchat+

Snapchat memiliki layanan premium bernama Snapchat+ dengan biaya sekitar US$ 3,99 per bulan. Meski tidak sepenuhnya menghapus iklan, layanan ini menawarkan berbagai fitur eksklusif untuk pengguna premium.

Fitur unggulannya mencakup akses fitur eksperimental lebih awal, tema dan ikon aplikasi eksklusif, statistik interaksi teman, prioritas dukungan pelanggan, serta fitur artificial intelligence (AI) tambahan.

4. YouTube Premium

YouTube menjadi salah satu layanan bebas iklan paling populer saat ini melalui paket YouTube Premium. Di Indonesia, harga paket individual mulai sekitar Rp 59.000 per bulan, tergantung jenis paket yang dipilih.

Keunggulannya, antara lain menonton video tanpa iklan, bisa memutar video di background, fitur download offline, akses ke YouTube Music Premium, serta mendukung pengalaman streaming lebih nyaman.

5. Telegram Premium

Telegram juga menawarkan layanan Telegram Premium dengan biaya sekitar Rp 70.000 per bulan di Indonesia. Walau Telegram versi gratis tetap minim iklan, versi premium memberikan berbagai fitur tambahan.

Fitur unggulannya, meliputi kecepatan unduhan lebih tinggi, upload file lebih besar, stiker dan emoji eksklusif, konversi suara ke teks, serta fitur chat dan manajemen grup lebih lengkap.

Kemunculan paket bebas iklan menunjukkan perubahan strategi bisnis platform media sosial global. Jika sebelumnya Tiktok, hampir seluruh layanan bergantung penuh pada iklan digital, kini perusahaan mulai menawarkan opsi berbayar demi memenuhi tuntutan privasi pengguna.

Selain memberikan pengalaman lebih nyaman, model langganan seperti TikTok ini juga menjadi cara perusahaan teknologi menyesuaikan diri dengan aturan perlindungan data yang semakin ketat di berbagai negara.

Sumber: Beritasatu.com

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play