SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda PLN Kalbar PLN Nyalakan Harapan Baru bagi Lansia Sebatang Kara di Desa Sungai Kelambu

PLN Nyalakan Harapan Baru bagi Lansia Sebatang Kara di Desa Sungai Kelambu

Manager PLN ULP Pemangkat, Adi Kurnia (kiri) bersama Team Leader Pelayanan Pelanggan, Nura Maulida (kanan) mendampingi langsung penyerahan bantuan program Light Up The Dream , menghadirkan terang di tengah keterbatasan dan senyum yang kembali merekah di sudut rumah sederhana Ibu Mastur di Desa Sungai Kelambu. SUARAKALBAR.CO.ID/PLN UID Kalbar

Sambas (Suara Kalbar) – Senja perlahan turun di Desa Sungai Kelambu, Kabupaten Sambas. Di sebuah rumah kayu sederhana yang mulai rapuh dimakan usia, seorang perempuan renta duduk sendiri menanti malam. Namanya Ibu Mastur, 90 tahun.

Usianya telah senja, tubuhnya melemah, namun ia tetap bertahan menjalani hidup dalam sunyi yang panjang.

Bertahun-tahun lamanya, rumah kecil itu nyaris tak pernah benar-benar terang. Ketika malam datang, Ibu Mastur hanya mengandalkan aliran listrik seadanya yang menumpang dari rumah tetangga. Lampu redup yang sesekali menyala menjadi teman setianya melewati malam. Tak jarang, ia harus menerima gelap sebagai bagian dari hidup yang sudah lama akrab dengannya.

Di rumah itu pula, Ibu Mastur hidup sebatang kara dengan menyimpan kesedihan yang tak pernah benar-benar pergi. Anak semata wayangnya telah berpulang sejak masih duduk di bangku sekolah menengah pertama.

Sejak saat itu, hari-harinya dijalani seorang diri. Dalam usia yang semakin renta, ia tetap bekerja serabutan sekadar untuk bertahan hidup, meski penghasilan yang diperoleh tak menentu. Kadang, bantuan dan kepedulian warga sekitar menjadi penopang hidupnya.

Namun pada Jumat, 22 Mei 2026, takdir menghadirkan cahaya baru di rumah sederhana itu.

Melalui program Light Up The Dream (LUTD), PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Pemangkat di bawah PLN UP3 Singkawang bersama YBM PLN Kalimantan Barat menghadirkan sambungan listrik gratis untuk Ibu Mastur. Bagi sebagian orang, listrik mungkin hanyalah kebutuhan sehari-hari.

Namun bagi Ibu Mastur, cahaya itu adalah harapan yang kembali pulang setelah lama hilang.

Hari itu, suasana rumah kecilnya terasa berbeda. Manager PLN ULP Pemangkat, Adi Kurnia, bersama Tim datang memastikan listrik di rumah Ibu Mastur menyala dengan baik.

Ketika lampu-lampu mulai terang menyinari dinding rumah kayunya, suasana yang dahulu remang perlahan berubah menjadi hangat dan hidup.

Cahaya itu seakan menghapus sunyi panjang yang selama ini menyelimuti malam-malamnya.

Ibu Mastur hanya mampu menatap lampu yang kini menyala di rumahnya dengan mata berkaca-kaca. Bibir renta itu bergetar menahan haru.

“Saya tidak pernah membayangkan rumah ini bisa terang seperti sekarang. Terima kasih kepada PLN dan semua yang sudah membantu. Semoga Allah berikan pahala dan segala kebaikan untuk PLN,” ucapnya lirih.

Program Light Up The Dream sendiri merupakan gerakan sosial insan PLN yang secara sukarela menyisihkan sebagian penghasilannya untuk membantu masyarakat prasejahtera mendapatkan akses listrik yang aman, layak, dan mandiri. Dari kepedulian kecil yang dikumpulkan bersama, lahirlah cahaya bagi mereka yang selama ini hidup dalam keterbatasan.

Manager PLN UP3 Singkawang, Made Hary Palguna, mengatakan bahwa listrik bukan sekadar energi untuk menyalakan lampu, melainkan sumber harapan bagi kehidupan masyarakat.

“Bagi PLN, listrik bukan hanya layanan, tetapi juga simbol harapan dan kehidupan yang lebih baik. Melalui program Light Up The Dream, kami ingin memastikan masyarakat dapat menikmati listrik yang aman, mandiri, dan layak. Kehadiran listrik di rumah Ibu Mastur diharapkan mampu menghadirkan kenyamanan sekaligus membangkitkan semangat baru dalam menjalani kehidupan sehari-hari,” ujar Made.

Menurutnya, program tersebut menjadi bentuk nyata komitmen sosial PLN dalam menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat prasejahtera di Kalimantan Barat. Ia menambahkan, kolaborasi antara PLN, YBM PLN, dan masyarakat menjadi bukti bahwa kepedulian yang dilakukan bersama mampu menghadirkan perubahan besar bagi kehidupan sesama.

Sementara itu, General Manager PLN UID Kalimantan Barat, Maria G.I. Gunawan, menegaskan bahwa program Light Up The Dream memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar penyambungan listrik.

“PLN tidak hanya berfokus pada keandalan sistem kelistrikan, tetapi juga memastikan kehadiran listrik mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Program Light Up The Dream menjadi bagian dari komitmen PLN dalam menghadirkan energi berkeadilan, di mana setiap rumah yang kini menikmati listrik membawa harapan baru bagi kehidupan masyarakat yang lebih baik,” ungkap Maria.

Kini, di sebuah sudut kecil Desa Sungai Kelambu, malam tak lagi sepenuhnya gelap bagi Ibu Mastur. Cahaya lampu yang menyala di rumah sederhananya bukan hanya menerangi ruangan-ruangan sempit yang dulu remang, tetapi juga menyalakan kembali harapan yang hampir padam oleh usia, kesepian, dan keterbatasan.

Dan dari rumah kecil itu, tersampaikan sebuah pesan sederhana namun begitu bermakna: bahwa kepedulian sekecil apa pun, ketika dilakukan bersama, mampu menjadi cahaya bagi kehidupan orang lain.

Sumber: PLN UID Kalbar

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play