Autopsy: Dead Body Can Talk, Film Forensik yang Tawarkan Perspektif Baru
Suara Kalbar – Dalam momentum Hari Film Indonesia, film Autopsy: Dead Body Can Talk hadir sebagai warna baru dalam industri perfilman Tanah Air. Karya ini mengangkat dunia forensik sebagai pusat cerita, sebuah pendekatan yang masih jarang dieksplorasi secara mendalam di layar lebar Indonesia.
Film bergenre thriller investigatif ini menawarkan lebih dari sekadar ketegangan. Di balik suasana ruang autopsi yang sunyi dan dingin, setiap detail pada tubuh menjadi petunjuk penting dalam mengungkap fakta yang tersembunyi.
Mengusung konsep “tubuh tak bernyawa dapat berbicara”, film ini menghadirkan perspektif baru mengenai proses autopsi. Prosedur tersebut tidak lagi dipandang sebagai hal yang menakutkan, melainkan sebagai upaya ilmiah untuk menemukan kebenaran dan menegakkan keadilan.
Cerita dalam film ini terinspirasi dari praktik nyata melalui sudut pandang dokter forensik Polri Brigjen (Pol) Sumy Hastry Purwanti. “Pertama kali diberitahu saya kaget dan enggak percaya. Saya sering dipanggil podcast, tetapi tidak pernah terpikirkan untuk difilmkan,” ujar Brigjen Sumy dikutip Tvkoma, Rabu (1/4/2026).
Pendekatan yang digunakan dibangun melalui riset mendalam guna memastikan setiap proses, mulai dari identifikasi luka hingga penarikan kesimpulan medis, ditampilkan secara profesional, etis, dan berbasis sains.
Diproduksi oleh Karya Kreatif Utama, proyek ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan karya sinema yang tidak hanya kuat dari sisi narasi, tetapi juga memiliki nilai edukatif dan relevansi sosial.
Film Autopsy: Dead Body Can Talk tidak sekadar mengisahkan prosedur medis. Lebih dari itu, film ini menyoroti bagaimana kebenaran yang tersembunyi, diabaikan, atau sengaja ditutupi, pada akhirnya akan menemukan jalannya untuk terungkap.
Kehadiran film ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membuka ruang eksplorasi baru bagi perfilman Indonesia, khususnya dalam mengangkat tema forensik secara lebih mendalam dan berimbang.
Hastry berharap film ini dapat membuka wawasan publik mengenai dunia forensik dan peran polisi dalam mengungkap kejahatan yang berkaitan dengan tubuh manusia.
“Harapan saya, film ini untuk edukasi. Masyarakat bisa tahu bahwa tugas polisi itu seperti ini—mengungkap kasus secara ilmiah, memburu pelaku, dan tidak pernah berhenti bekerja,” tegas Hastry.
Film ini diperankan oleh deretan aktor ternama, di antaranya Masayu Anastasia sebagai Dr. Sumy Hastry, Samuel Rizal, Ge Pamungkas, Rifnu Wakana, Ryuka Bunga, serta sejumlah aktor pendukung lainnya.
Sumber: Beritasatu.com





