Apple Hentikan Produksi Mac Pro Setelah 20 Tahun
Suara Kalbar – Apple resmi menghentikan produksi komputer desktop andalannya, Mac Pro, setelah perjalanan panjang selama dua dekade. Produk yang selama ini menjadi model flagship tersebut kini telah dihapus dari situs resmi Apple.
Dikutip dari GSM Arena, Minggu (29/3/2026), Mac Pro pertama kali diperkenalkan pada 2006 sebagai pengganti Power Mac G5. Sejak awal, perangkat ini dikenal sebagai komputer desktop berbentuk tower dengan desain modular, yang memungkinkan pengguna mengganti berbagai komponen seperti CPU, memori, penyimpanan, hingga kartu ekspansi PCI.
Desain dasar Mac Pro bertahan hingga 2012, meski mulai dianggap usang. Pada 2013, Apple meluncurkan desain ulang yang kontroversial, yang kemudian dijuluki “trashcan Mac”. Model ini meninggalkan konsep modular dan beralih ke desain yang lebih ringkas dengan komponen terintegrasi, sehingga hanya memori dan penyimpanan yang bisa di-upgrade.
Namun, desain tersebut akhirnya ditinggalkan karena keterbatasan sistem pendingin yang menghambat penggunaan komponen lebih bertenaga.
Pada 2019, Apple kembali menghadirkan Mac Pro dengan desain baru yang mengusung kembali konsep modular seperti generasi awal. Hampir semua komponen, kecuali CPU, dapat diganti oleh pengguna. Model ini juga menjadi salah satu komputer terakhir Apple yang menggunakan prosesor Intel, sebelum perusahaan beralih ke cip buatannya sendiri berbasis ARM, yakni seri M.
Pembaruan terakhir Mac Pro hadir pada 2023 dengan penggunaan cip M2 Ultra. Meski tetap modular, penggunaan cip seri M membatasi jenis perangkat yang dapat dipasang pada slot PCI, sehingga mengurangi daya tariknya bagi pengguna profesional dan penggemar teknologi.
Seiring waktu, posisi Mac Pro tergeser oleh Mac Studio yang kini menjadi komputer desktop paling bertenaga dalam lini produk Apple.
Menurut jurnalis teknologi Mark Gurman, Apple sebenarnya telah lama merencanakan penghentian Mac Pro. Produk ini dinilai sudah tidak lagi memiliki peran penting dalam lini produk perusahaan.
“Ia hanyalah sebuah perangkat besar dan mahal dengan banyak ruang kosong di dalamnya yang tidak bisa dimanfaatkan, serta tidak memiliki pasar yang jelas,” tulis Gurman.
Apple juga disebut telah meninggalkan konsep modularitas dan kemudahan upgrade dalam desain komputer modernnya. Kehadiran Mac Pro yang sepenuhnya modular dinilai bertolak belakang dengan arah desain produk Apple saat ini.
Sumber: Beritasatu.com





