Konflik Timur Tengah Memanas, Almuna Travel Siaga Pastikan 33 Jamaah Umrah Asal Sambas Aman
Sambas (Suara Kalbar) – Sebanyak 33 jamaah umrah asal Sambas yang diberangkatkan Almuna Travel masih berada di Tanah Suci untuk menunaikan ibadah Ramadan di Makkah, Arab Saudi. Di tengah memanasnya konflik antara Israel dan Iran, pihak travel terus mengikuti perkembangan situasi karena dikhawatirkan dapat memengaruhi jadwal kepulangan rombongan.
Pengelola Almuna Travel, Haji Muda, menegaskan bahwa seluruh jemaah dalam kondisi sehat dan tetap menjalankan ibadah dengan tenang. Rombongan tersebut berangkat dari Indonesia pada 22 Februari 2026 dan sesuai rencana akan kembali ke tanah air pada 5 Maret 2026.
“Insya Allah jemaah kami yang berangkat di bulan Ramadan ini dijadwalkan meninggalkan Makkah sekitar 5 Maret. Kami masih menanti informasi terbaru dan berharap penerbangan berjalan sesuai jadwal,” tuturnya, Selasa (3/3/2026).
Ia menjelaskan, kepulangan jemaah akan menggunakan maskapai Qatar Airways dengan transit di Doha, Qatar. Namun, pihaknya turut mencermati berbagai laporan yang menyebutkan Doha menjadi salah satu wilayah yang terdampak eskalasi konflik, termasuk adanya ancaman terhadap pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk.
“Karena transit di Doha, kami tentu terus memantau informasi terkini. Jika terjadi perubahan, kami akan mempertimbangkan langkah terbaik agar jemaah tidak mengalami kendala selama di Arab Saudi,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa sejak 1 hingga 2 Maret 2026, beredar kabar mengenai sejumlah penerbangan yang dibatalkan akibat kondisi keamanan yang belum sepenuhnya stabil. Hal tersebut membuat pihaknya semakin intens berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan kepastian jadwal.
“Ada informasi beberapa penerbangan dibatalkan. Kami masih menunggu perkembangan selanjutnya, apalagi ada kabar terbaru terkait tanggal 6 Maret, sementara jadwal kepulangan jemaah kami 5 Maret,” jelasnya.
Ia juga memastikan para jemaah tetap dalam keadaan aman dan tidak terganggu dalam menjalankan ibadah. Ia menyampaikan bahwa hingga saat ini, pihak travel belum menyampaikan detail situasi kepada jemaah agar mereka tetap fokus dan tidak merasa khawatir.
“Alhamdulillah, kondisi jemaah baik dan tetap menikmati ibadah di Makkah. Tour leader kami terus mendampingi. Kami belum menyampaikan informasi detail agar mereka tetap tenang,” ungkapnya.
Haji Muda berharap konflik yang melibatkan sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat, Israel, dan Iran, dapat segera mereda sehingga situasi kembali aman dan tidak berdampak luas pada penerbangan internasional.
“Kami berharap semua pihak dapat menemukan jalan damai sehingga keadaan kembali kondusif. Jika ada perubahan, kami siap mengambil langkah cepat demi kenyamanan dan keselamatan jemaah,” pungkasnya.
Penulis: Serawati






