SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Pontianak FDKI IAIN Pontianak Gelar Pesantren Ramadan dan Pelatihan Soft Skill Mahasiswa

FDKI IAIN Pontianak Gelar Pesantren Ramadan dan Pelatihan Soft Skill Mahasiswa

FDKI IAIN Pontianak Gelar Pesantren Ramadan dan Pelatihan Soft Skill Mahasiswa. SUARAKALBAR.CO.ID/Ist

Pontianak (Suara Kalbar) — Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI) IAIN Pontianak menggelar kegiatan Pesantren Ramadan dan pelatihan soft skill mahasiswa pada 9–11 Maret 2026 di Kampus FDKI IAIN Pontianak.

Kegiatan ini dimaksudkan untuk memperkuat kapasitas mahasiswa dakwah, khususnya calon dai, agar memiliki kemampuan soft skill yang relevan dengan kebutuhan dakwah di tengah masyarakat yang majemuk.

Pelatihan tersebut memuat enam modul yang berfokus pada pemahaman metode berdakwah dalam masyarakat plural sekaligus dalam konteks dakwah digital. Materi dirancang agar mahasiswa tidak hanya memahami aspek keagamaan, tetapi juga mampu membaca realitas sosial yang kontekstual ketika tampil di tengah masyarakat.

Ketua Panitia, yang juga pengelola Rumah Literasi FUAD, Saripaini, mengatakan pentingnya pemahaman kontekstual itu dikaitkan dengan situasi Kalbar saat ini.

Kalimantan Barat dikenal sebagai wilayah dengan keragaman agama dan etnik yang tinggi. Masyarakatnya terdiri atas pemeluk Islam, Katolik, Protestan, Buddha, dan Khonghucu yang hidup dalam ruang geografis yang sama.

Selain itu, keragaman etnik seperti Melayu, Dayak, Tionghoa, Bugis, Madura, Jawa, dan kelompok lainnya turut membentuk corak tersendiri. Tidak hanya pada level antaragama dan antaretnik, tantangan dakwah juga hadir di internal umat Islam sendiri, yang memiliki beragam latar belakang sosial-keagamaan serta kecenderungan pemahaman keagamaan.

“Dalam konteks demikian, dakwah Islam perlu dijalankan dengan pendekatan yang bijak, komunikatif, dan menghargai perbedaan,” katanya.

Narasumber dalam kegiatan ini berasal dari kalangan dosen, pimpinan program studi, dan pimpinan fakultas di lingkungan FDKI IAIN Pontianak. Selain itu, Ketua Bidang Penelitian FKPT Kalbar, Didi Darmadi, M.Pd.I, turut hadir sebagai narasumber dengan menyampaikan materi tentang peran dai dalam mencegah radikalisme.

Dekan FDKI IAIN Pontianak, Yusriadi, saat membuka kegiatan tersebut menegaskan pentingnya pembekalan soft skill bagi mahasiswa calon dai. Menurutnya, dakwah masa kini tidak cukup hanya bertumpu pada kemampuan menyampaikan materi keagamaan, tetapi juga menuntut pemahaman terhadap konteks sosial masyarakat.

“Kegiatan ini penting bagi mahasiswa calon dai untuk memahami konteks dakwah, dalam menciptakan dakwah cinta di tengah umat. Dai-dai harus dipersiapkan sejak awal dengan pemahaman yang kontekstual karena pengaruh mereka di tengah masyarakat sangat signifikan,” kata Yusriadi.

Ia menambahkan, dai selama ini kerap menjadi rujukan utama masyarakat dalam berbagai persoalan kehidupan. Karena itu, cara pandang, pilihan kata, dan pendekatan yang digunakan para dai akan sangat berpengaruh terhadap kehidupan sosial keagamaan jamaah.

“Dai umumnya menjadi rujukan masyarakat. Kata-kata mereka didengar dan dipatuhi jamaahnya. Karena itu, para calon dai perlu dibekali perspektif yang tepat agar dakwah yang disampaikan mampu menghadirkan kedamaian, bukan sebaliknya,” ujarnya.

Selain sesi pelatihan, kegiatan Pesantren Ramadan ini juga diisi dengan tadarus Al-Qur’an yang ditangani Rumah Quran FDKI, serta buka puasa bersama. Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat kemampuan intelektual dan sosial mahasiswa, tetapi juga memperdalam pembinaan spiritual selama bulan suci Ramadan.

Penulis: Tim Liputan

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan