Akhir Sumpah Setia Bugis Melayu
Oleh: Abang Mat
Sumpah setia bugis melayu adalah satu sumpah setia yang dilakukan orang-orang bugis kepada orang melayu. Inti dari sumpah ini adalah pihak bugis dan pihak melayu akan saling tolong menolong dalam setiap keadaan, khususnya saat negara sedang darurat. Sumpah setia ini dilakukan oleh Daeng Marewa dihadapan Sultan Sulaeman Badrol Alamsyah I, diikuti dengan saudara-saudara Bugisnya. Peristiwa bersejarah ini terjadi pada tahun 1722 di Bintan, Riau. Sejak saat itu suku bugis dan suku melayu sering diumpamakan seperti sepasang mata. Hal ini dikuatkan dengan banyaknya pernikahan antara lelaki bugis dengan wanita melayu.
Dilihat dari sudut pandang sejarah, sumpah ini sekarang sudah tidak berlaku lagi. Kenapa sumpah ini tidak berlaku lagi?… Sebabnya adalah karena sejak Abdurrahman II menjadi Sultan Riau pada tahun 1885, itu artinya pihak Bugis telah mengkhianati sumpahnya. Dalam sumpah ini juga dikatakan bahwa pihak yang berkhianat akan mengalami ketidakbaikan di sepanjang hidupnya. Dan ini memang terjadi. Setelah lebih dari dua puluh empat tahun Abdurrahman II bertahta, kesultanannya dibunuh pada tahun 1911. Kemudian dia beserta keluarganya hidup sebagai pelarian di Singapura, dengan mengharap belas kasih belanda dan orang melayu di Singapura.
Kenapa pihak bugis saat itu sanggup mengkhianati sumpahnya?… padahal mereka sudah mempunyai jabatan yang tinggi dalam negara, yaitu Yang Dipertuan Muda Riau, yang perannya mirip dengan seorang menteri dalam negeri. Jawabannya adalah sebab demi ambisi terhadap harta, sehingga pihak bugis tak mempedulikan sumpah yang telah diikrarkannya berkali-kali. Didukung dengan adanya desas-desus pada saat itu yang memberitakan Jerman ingin membeli Riau dari Belanda. Jerman saat itu adalah salah satu negara terkaya di eropa, berrencana mengatur wilayah Riau demi ambisi kedigdayaan kekaisarannya. Hal ini membuat pihak bugis semakin menggebu-gebu.
Saya berpikir pendorong lain dari pengingkaran perjanjian ini disebabkan oleh Abdurrahman II yang terpengaruh dengan berita pihak bugis di Johor yang mengkudeta tahta johor secara halus. Didukung oleh ayahandanya, Raja Mohamed Joseph Al Mahdi yang memang menginginkan anaknya menjadi Sultan. Sehingga akhirnya Abdurrahman II juga berambisi menjadi Sultan. Tanpa mempertimbangkan hak pihak melayu terhadap tahta Riau. Yang merupakan hak dari anak-anaknya Sultan Sulaeman II, adindanya, sepupunya, keponakannya, dan cucunya. Itulah sebabnya ibukota kesultanan dipindahkan ke Penyengat pada tahun 1900, demi kekokohan tahtanya.
Kenapa kesultanan Riau yang runtuh? … sebab Riau adalah pewaris kerajaan melayu kuno, tempat terjadinya sumpah setia itu. Sehingga kesakralan sumpah itu terjadi di Riau. Sejak runtuhnya kesultanan, suku melayu kembali berkuasa penuh di Riau sebagai wakil dari pejabat residen Riau, yang ditandai dengan berdirinya gedung tambelan di dekat gedung karesidenan Riau. Keadaan ini berjalan sampai tahun 1942. Beginilah akhir dari sumpah setia bugis melayu, yang sudah tamat sejak berkhianatnya Abdurrahman II. Jabatan Yang Dipertuan Muda Riau dibubarkan selamanya dan Abdurrahman II sebagai pelaku utamanya menjalani hidup yang berat sampai wafat.
*Penulis adalah pendiri clan Al Gafar. Menganggap Batam sebagai taman bermain cendikiawan Melayu Riau. Better Man adalah lagu Robbie Williams kegemarannya.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






