Tren Jalan Kaki Jelang Berbuka Ramadan, Warga Jeddah Antusias Jaga Kebugaran
Suara Kalbar – Selama bulan suci Ramadan, banyak individu memanfaatkan momentum puasa untuk menjaga kebugaran sekaligus menurunkan berat badan. Salah satu tren yang kian populer adalah melakukan olahraga ringan sesaat sebelum waktu berbuka tiba.
Para pakar kesehatan dan kebugaran merekomendasikan aktivitas jalan kaki selama Ramadan. Selain membantu mengurangi stres dan meningkatkan kesehatan metabolisme, aktivitas ini terbukti efektif dalam membakar lemak tubuh secara optimal.
Pemandangan ratusan orang yang berjalan kaki di sepanjang pesisir pantai, jalur pejalan kaki, hingga area rekreasi menjadi pemandangan rutin di Jeddah menjelang waktu berbuka. Masyarakat tampak antusias mengadopsi gaya hidup sehat meski sedang menjalankan ibadah puasa.
Adel Al-Massri, seorang warga lokal yang ditemui di jalur pejalan kaki Tahlia, mengaku konsisten berolahraga dua kali sehari selama Ramadan, yakni sebelum dan sesudah berbuka.
“Bagi saya, berjalan kaki adalah hidup. (Itu adalah sesuatu) yang saya lakukan sepanjang tahun, tetapi di bulan Ramadan ini menjadi aktivitas khusus bagi saya karena memiliki efek positif saat saya berpuasa,” ujar Adel kepada Arab News.
Ia juga aktif mengajak keluarga dan kerabatnya untuk tidak melewatkan kesempatan berolahraga demi gaya hidup yang lebih berkualitas.
Senada dengan Adel, Abdullah Al-Hamid (38) menekankan bahwa jalan kaki adalah olahraga yang inklusif untuk semua kelompok usia. Menurutnya, durasi 30 hingga 60 menit sebelum berbuka sudah cukup untuk merasakan manfaat nyata.
“Saya berolahraga setiap hari. Di bulan Ramadan, saya percaya berjalan kaki sebelum berbuka membantu saya membakar kalori dan menurunkan berat badan. Selain itu, jalan kaki sangat ampuh menghilangkan stres, terutama setelah seharian bekerja,” jelas Abdullah.
Selain area terbuka, pusat perbelanjaan atau mal yang luas dan ber-AC juga menjadi destinasi favorit. Abdullah Al-Biladi (48) memilih berjalan-jalan di mal dekat rumahnya untuk menghindari cuaca panas yang menyengat.
“Saya merasa lingkungannya nyaman, terutama di bulan Ramadan. Saya pergi ke mal setiap hari sebelum berbuka puasa untuk menghabiskan setidaknya satu jam berjalan-jalan dan menikmati waktu sebelum berbuka puasa,” katanya.
Pelatih kebugaran bersertifikat, Osama Hassan, menjelaskan bahwa waktu menjelang berbuka adalah golden time untuk melakukan aktivitas fisik ringan seperti jogging santai atau jalan cepat.
“Waktu menjelang berbuka puasa adalah waktu terbaik untuk berolahraga ringan dan memanfaatkan kondisi tubuh saat berpuasa,” tutur Osama.
Menurutnya, olahraga dengan durasi singkat namun rutin lebih mudah dikelola dan berkelanjutan (sustainable) dibandingkan sesi latihan yang panjang dan berat di tengah kondisi perut kosong. Kondisi tubuh saat berpuasa justru memicu metabolisme untuk menggunakan cadangan lemak sebagai sumber energi utama saat melakukan aktivitas ringan.
Selain alasan kesehatan, periode sore hari dipilih karena jam kerja sektor publik dan swasta biasanya telah berakhir. Hal ini memberikan ruang waktu luang sebelum malam hari diisi dengan agenda kunjungan keluarga atau salat Tarawih.
Sumber: Beritasatu.com
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






