SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Melawi Sinergi Pemprov Kalbar dan Pemkab Melawi, Fokus Tingkatkan IPM Lewat Pendidikan dan Infrastruktur

Sinergi Pemprov Kalbar dan Pemkab Melawi, Fokus Tingkatkan IPM Lewat Pendidikan dan Infrastruktur

Gubernur Kalbar Ria Norsan saat berdiskusi dengan jajaran Pemkab Melawi. SUARAKALBAR.CO.ID/HO-Adpim

Melawi (Suara Kalbar) – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat berkomitmen memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Melawi guna mendongkrak capaian indikator pembangunan, khususnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan penurunan angka kemiskinan. Hal ini ditegaskan Gubernur Kalbar, Ria Norsan, dalam pertemuan dialogis bersama jajaran Pemkab Melawi di Pendopo Bupati Melawi, Selasa (24/2/2026).

Dalam dialog tersebut, Ria Norsan mengungkapkan IPM Kalimantan Barat saat ini berada di angka 72,09 dan masih menjadi yang terendah di regional Kalimantan. Meski masuk kategori “Tinggi”, capaian tersebut masih tertinggal dibandingkan provinsi lain, termasuk Kalimantan Utara yang merupakan provinsi termuda.

“IPM Provinsi sangat bergantung pada IPM Kabupaten dan Kota. Jika IPM Kabupaten naik, maka Provinsi pun akan ikut naik,” ujarnya.

Berdasarkan data BPS, Kabupaten Melawi menjadi salah satu wilayah dengan IPM dan tingkat kemiskinan yang perlu mendapat perhatian serius. Rendahnya tingkat pendidikan menengah atas diidentifikasi sebagai salah satu faktor penghambat utama. Data menunjukkan sekitar 25 persen masyarakat usia sekolah di Kalimantan Barat belum menyelesaikan pendidikan tingkat SMA.

Di Kabupaten Melawi, kendala aksesibilitas menjadi pemicu utama anak putus sekolah. Salah satunya di Kecamatan Ella Hilir yang hingga kini belum memiliki fasilitas SMA, padahal jumlah penduduknya lebih padat dibanding Ella Hulu yang telah memiliki sekolah menengah.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemprov Kalbar mengapresiasi langkah Pemkab Melawi yang telah menyiapkan lahan seluas 5 hektare untuk pembangunan sekolah baru di Ela Hilir. Pemerintah Provinsi juga berencana mengadopsi pola pembangunan sekolah berasrama seperti yang telah dilakukan di Desa Padang, Kabupaten Kayong Utara, guna mengatasi kendala jarak tempuh siswa.

“Di Desa Padang, sebelumnya siswa harus menempuh perjalanan hingga dua jam menggunakan motor klotok dari Pulau Pelapis. Dengan adanya sekolah dan asrama, akses pendidikan menjadi lebih mudah dan efektif,” jelasnya.

Selain sektor pendidikan, fokus utama lainnya adalah penyelesaian infrastruktur jalan provinsi di wilayah Melawi. Ruas jalan terpanjang, yakni Sayan–Kota Baru–Sokan, ditargetkan segera tuntas guna mendorong pemerataan pembangunan dari wilayah hilir ke hulu.

“Kami ingin masyarakat di wilayah hulu yang selama ini menikmati jalan rusak, segera merasakan infrastruktur yang mantap. Target kami, tahun depan ruas Sayan hingga Sokan sudah bagus dan tuntas,” pungkasnya.

Dengan perbaikan infrastruktur jalan dan penambahan fasilitas pendidikan, pemerintah optimis IPM Kabupaten Melawi akan meningkat signifikan, yang pada akhirnya akan memperbaiki posisi IPM Kalimantan Barat di tingkat nasional.

Penulis: Tim Liputan

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan