Puluhan Tahun Berjualan Sopang, Ramadan Jadi Momentum Berjualan
Pontianak (Suara Kalbar) – Sopang atau yang lebih dikenal dengan Sotong Pangkong merupakan salah satu jajanan khas Pontianak yang kerap kali muncul saat bulan suci ramadan.
Sopang yang disajikan dengan cara dibakar atau dipanggang diatas bara api yang kemudian dipukul (pangkong) hingga teksturnya lembut kemudian disajikan dengan saus kacang racikan sendiri.
Cemilan ringan ini sangat digemari masyarakat dari berbagai kalangan, dari anak-anak hingga orang dewasa.
Erna, salah satu warga kampung Beting, Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak yang tepat tinggal dibelakang Masjid Jami sudah berjualan sejak puluhan tahun lalu.
Dari Erna duduk dibangku Sekolah Menengah Pertama (SMP), ia dan orang tuanya telah berjualan Sopang.
”Dari orang tua dulu sudah berjualan, dan rutin tiap bulan suci ramadan, dan ini saya melanjutkanya hingga berkeluarga,” kata Erna pada Minggu (22/02/2026).
Erna kemudian mengatakan bahwa, sejak satu minggu akan memasuki bulan suci ramadan ia sudah mampu menghabiskan 150 Kilogram Sotong kering.
”Tahun ini kami mulai berjualan sudah sejak satu minggu sebelum puasa kemarin, dan sampai saat ini kami sudah lebih dari 150 Kg bahan yang digunakan,” tambahnya.
Ia juga menambahkan, bahwa dirinya berjualan dibantu oleh kerabatnya dan anak-anaknya untuk melayani pelanggan yang datang dari penjuru Kota Pontianak.
”Alhamdulillah tahun ini cukup ramai, pelanggan dari jeruju ada, dari kota baru ada, banyak sekali, mungkin karena kami berjualan dan harga yang ramah dikantong masyarakat,” tuturnya
Tak hanya itu, Erna tak mematok harga tinggi untuk satu potong sotong pangkong, ia hanya menjual dengan harga Rp. 5.000,-(Lima ribu rupiah).
”Kite sih tidak mahal jualnya bang, cuma 5 ribu jak satu potong, dan kita sajikan dengan bumbu-bumbu rahasia, karena memang tiap tempat jual beda rasa di bumbu aja,” pungkasnya.
Penulis: Iqbal Meizar






