Minat EV Tumbuh, Tapi Konsumen Punya Tuntutan
Suara Kalbar – Temuan terbaru BMW menunjukkan minat terhadap EV masih tumbuh, meskipun dengan sejumlah syarat yang jelas dari konsumen.
Di tengah perlambatan penjualan EV di sejumlah pasar utama dan persiapan peluncuran seri 3 listrik terbaru, BMW menggandeng lembaga riset Belanda, Kien Onderzoek, untuk meneliti kecenderungan di kalangan pengguna mobil perusahaan.
Diilansir dari Autoblog, hasil survei terhadap 655 pengemudi mobil perusahaan menunjukkan 60% responden bersedia memilih EV untuk menggantikan mobil sewa mereka saat ini. Namun, mereka mensyaratkan jarak tempuh minimal 400 kilometer dalam sekali pengisian daya.
Bagi sebagian besar responden, jarak tempuh menjadi pertimbangan utama. Hampir seluruh peserta survei menyatakan kendaraan listrik berikutnya harus mampu menempuh sedikitnya 400 kilometer, bahkan sebagian menginginkan lebih dari 500 kilometer.
Beberapa tahun lalu, ekspektasi tersebut dinilai sulit dicapai. Namun kini sejumlah model BMW telah melampaui standar itu. Model seperti BMW i7, Mini Countryman SE, dan BMW iX3 mampu memenuhi bahkan melampaui jarak tersebut.
BMW juga mengeklaim iX3 sanggup menempuh hingga 621 mil dalam satu kali pengisian daya berdasarkan pengujian internal.
Bagi pengemudi bisnis yang kerap melakukan perjalanan jauh, kemampuan menempuh jarak panjang tanpa harus sering berhenti untuk mengisi ulang daya menjadi kebutuhan utama. Jarak tempuh di bawah 400 kilometer dianggap sebagai kompromi, bukan kemajuan.
Survei juga mencatat pertimbangan lingkungan hampir tidak berperan dalam keputusan memilih kendaraan listrik. Kurang dari 10% responden menyatakan ingin memberikan dampak positif bagi lingkungan melalui pilihan kendaraan mereka.
Sebaliknya, faktor biaya sewa, kenyamanan, kapasitas ruang untuk kebutuhan keluarga, serta kemudahan pengisian daya menjadi prioritas utama. Lebih dari sepertiga responden bahkan menyebutkan perusahaan mewajibkan penggunaan mobil listrik sebagai kendaraan operasional.
Di Amerika Serikat, penerimaan terhadap kendaraan listrik belum sepenuhnya solid. Registrasi EV tercatat mengalami penurunan untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu dekade, antara lain dipengaruhi berakhirnya insentif pajak.
Sumber: Beritasatu.com
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






