SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Lifestyle Kombinasi Olahraga dan Susu Perkuat Otot di Usia 60 Tahun ke Atas

Kombinasi Olahraga dan Susu Perkuat Otot di Usia 60 Tahun ke Atas

Penelitian terbaru mengungkap bahwa minum susu sapi setelah latihan beban efektif meningkatkan kekuatan otot dan kesehatan tulang lansia untuk mencegah osteoporosis. (Health Digest/DOK)

Suara Kalbar – Seiring bertambahnya usia penduduk dunia, menjaga massa otot dan kepadatan tulang kini menjadi tantangan kesehatan global yang utama. Di Inggris saja, lebih dari tiga juta orang hidup dengan osteoporosis, sementara sekitar 40 persen orang berusia di atas 50 tahun diperkirakan menderita osteopenia, tahap awal penipisan tulang yang sering kali tidak disadari.

Kabar baik datang dari para ilmuwan di China melalui sebuah penelitian terbaru yang diterbitkan dalam Journal of Nutrition, Health and Aging, Rabu (25/2/2026). Hasil riset tersebut menunjukkan bahwa kebiasaan sederhana, yakni meminum segelas susu setelah melakukan latihan beban, dapat menjadi pelindung yang menjanjikan bagi orang dewasa lanjut usia dari risiko patah tulang yang mengancam jiwa.

Olahraga teratur, khususnya latihan ketahanan atau beban, memang sudah lama dianggap sebagai cara paling efektif melawan penyakit muskuloskeletal. Namun, studi ini menegaskan bahwa efeknya akan jauh lebih maksimal jika dipadukan dengan asupan protein yang tepat segera setelah berolahraga. Protein membantu meningkatkan penyerapan kalsium yang sangat krusial untuk kekuatan tulang.

Penelitian ini melibatkan 82 partisipan sehat berusia 60 tahun ke atas. Selama delapan minggu, mereka mengikuti program latihan ketahanan dan keseimbangan sebanyak tiga kali seminggu. Para peserta dibagi menjadi empat kelompok untuk membandingkan efektivitas antara hanya berolahraga, olahraga dengan edukasi nutrisi, serta tambahan asupan susu sapi atau susu kedelai.

Kelompok yang mengonsumsi susu sapi meminum 240 ml susu rendah lemak dalam kurun waktu 30 hingga 60 menit setelah latihan. Menariknya, mereka juga diberikan 60 gram ubi jalar kukus untuk menyeimbangkan asupan protein dengan karbohidrat. Sementara itu, kelompok susu kedelai menerima takaran yang sedikit lebih rendah untuk memastikan jumlah protein yang didapat setara, yakni sekitar 7-8 gram per sesi.

“Setelah dua bulan, hasil menunjukkan bahwa semua kelompok mengalami peningkatan dalam kecepatan berjalan. Namun, peningkatan paling signifikan terlihat pada kelompok yang meminum susu sapi dan mengikuti kelas nutrisi mingguan. Mereka tidak hanya lebih kuat dalam genggaman tangan, tetapi juga lebih cepat saat melakukan tes berdiri-duduk dari kursi sebanyak lima kali berturut-turut,” tulis laporan tersebut.

Para peneliti mencatat bahwa tambahan makanan utuh kaya protein seperti susu sapi lebih bermanfaat bagi fungsi otot dibandingkan susu kedelai. Selain itu, ditemukan fakta menarik bahwa kelompok yang hanya diberikan edukasi nutrisi tanpa perubahan pola makan nyata justru memiliki kekuatan genggaman yang lebih rendah. Ini membuktikan bahwa pengetahuan saja tidak cukup tanpa diikuti tindakan nyata dalam pola makan.

Meskipun penelitian ini memberikan harapan baru, para ilmuwan mengakui adanya keterbatasan karena durasi studi yang relatif singkat. Namun, kesimpulannya tetap kuat:, kombinasi latihan beban dengan asupan susu segera setelah olahraga dapat meningkatkan kesehatan tulang dan fungsi fisik lansia secara signifikan, membantu mereka tetap mandiri dan terhindar dari risiko cedera fatal di masa tua.

Sumber: Beritasatu.com

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan