SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Sambas Dinkes Sambas Waspadai Bahaya Kabut Asap, Risiko ISPA Mengintai di Musim Kemarau

Dinkes Sambas Waspadai Bahaya Kabut Asap, Risiko ISPA Mengintai di Musim Kemarau

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas, dr. Ganjar Eko Prabowo, mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya kabut asap yang berpotensi memicu ISPA, terutama di musim kemarau. SUARAKALBAR.CO.ID/Serawati

Sambas (Suara Kalbar) – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas, dr. Ganjar Eko Prabowo, mengingatkan masyarakat akan bahaya kabut asap terhadap kesehatan, terutama pada sistem pernapasan. Asap hasil pembakaran hutan dan lahan mengandung partikel halus yang dapat masuk ke saluran napas hingga paru-paru dan berpotensi menimbulkan berbagai masalah kesehatan, Senin (2/2/2026).

Ia menyebutkan, gangguan kesehatan yang paling sering muncul akibat paparan kabut asap adalah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Risiko tersebut diperkirakan meningkat seiring Kabupaten Sambas mulai memasuki musim kemarau.

“Kabut asap sangat berbahaya bagi kesehatan karena partikel halusnya bisa terhirup hingga ke paru-paru dan memicu gangguan pernapasan,” ujar dr. Ganjar.

Menurutnya, Kabupaten Sambas saat ini telah memasuki musim kemarau sehingga potensi kebakaran hutan dan lahan semakin tinggi. Kondisi tersebut berpeluang menimbulkan kabut asap yang berdampak langsung pada kesehatan masyarakat.

“Saat musim kemarau, risiko kebakaran hutan dan lahan meningkat. Jika terjadi, kabut asap yang ditimbulkan dapat memicu kenaikan kasus ISPA di masyarakat,” jelasnya.

Ia menyampaikan, meski hingga saat ini belum ditemukan peningkatan signifikan kasus ISPA akibat kabut asap, Pemerintah Kabupaten Sambas tetap meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak lengah.

“Langkah pencegahan harus dilakukan sejak dini agar tidak terjadi lonjakan kasus gangguan kesehatan secara massal,” tegas dr. Ganjar.

Ia juga menambahkan bahwa Kabupaten Sambas sebagai wilayah perbatasan memiliki potensi terdampak kabut asap lintas negara.

“Kabut asap tidak mengenal batas wilayah, sehingga daerah perbatasan seperti Sambas perlu lebih waspada,” katanya.

Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan ketika terjadi kabut asap, menjaga kualitas udara di dalam rumah, serta membatasi aktivitas luar ruangan bagi warga yang memiliki riwayat penyakit pernapasan.

Selain itu, masyarakat juga diminta menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi, beristirahat cukup, dan memperbanyak minum air putih.

“Jika mengalami gejala ISPA atau sesak napas, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat,” imbaunya.

*Redaksi Suarakalbar.co.id menghimbau seluruh masyarakat Kalimantan Barat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya kabut asap yang kerap muncul di musim kemarau, karena dapat berdampak serius terhadap kesehatan, terutama meningkatkan risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), masyarakat disarankan membatasi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker saat beraktivitas, menjaga asupan cairan dan daya tahan tubuh, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala seperti batuk, sesak napas, atau iritasi mata dan tenggorokan, demi menjaga keselamatan dan kesehatan bersama.

Penulis: Serawati

Komentar
Bagikan:

Iklan